E. coli rekayasa hasilkan senyawa tabir surya alami gadusol

Para peneliti telah memodifikasi bakteri untuk memproduksi gadusol, suatu zat pelindung sinar UV yang ditemukan pada telur ikan. Terobosan ini dapat mendukung pengembangan tabir surya yang transparan dan ramah lingkungan. Penelitian ini dipimpin oleh sebuah tim di Universitas Jiangnan di Tiongkok.

Tim yang dipimpin oleh Ping Zhang memasukkan gen dari ikan zebra ke dalam Escherichia coli. Bakteri tersebut memperoleh enzim yang diperlukan untuk menghasilkan gadusol, yang secara alami ditemukan dalam jumlah kecil pada telur ikan zebra, salmon, dan sturgeon, serta pada karang. Dengan menggunakan molekul RNA kecil dan menyesuaikan kondisi pertumbuhan, para ilmuwan meningkatkan hasil produksi hingga hampir 93 kali lipat, menjadi 4,2 gram per liter media dari sebelumnya 45,2 miligram per liter.

Artikel Terkait

Lab illustration of madecassic acid from Centella skincare inhibiting drug-resistant E. coli bacteria.
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi menemukan asam madekassat, senyawa Centella yang digunakan dalam perawatan kulit, dapat menghambat E. coli yang kebal obat dalam uji laboratorium

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Para peneliti di University of Kent, yang bekerja sama dengan University College London, melaporkan bahwa asam madekassat—senyawa yang berasal dari tanaman obat Centella asiatica dan digunakan secara luas dalam perawatan kulit—dapat menghambat pertumbuhan E. coli yang resistan terhadap antibiotik dengan menargetkan sistem pernapasan bakteri yang tidak ditemukan pada manusia atau hewan lain.

Para peneliti di University of Missouri telah mengembangkan galur alga yang dimodifikasi untuk menangkap mikroplastik dari air yang terkontaminasi dengan memproduksi minyak beraroma jeruk. Proses ini juga membersihkan air limbah dan dapat mendukung produksi bioplastik.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan di Weizmann Institute of Science di Israel telah memodifikasi tanaman tembakau untuk memproduksi lima senyawa psikedelik kuat yang biasanya ditemukan dalam jamur, tanaman, dan katak. Teknik ini menggunakan perubahan genetik sementara untuk menciptakan sumber berkelanjutan bagi penelitian dan potensi pengobatan. Para ahli mengatakan hal ini dapat menyederhanakan produksi dibandingkan dengan sintesis kimia atau pemanenan dari alam.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak