Serangan AS ke Venezuela mempersulit penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tengah hubungan FIFA-Trump

Setelah serangan militer AS terhadap Venezuela minggu lalu—yang menangkap Presiden Nicolás Maduro—Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi pengawasan etis yang lebih ketat sebagai negara tuan rumah utama. Hadiah perdamaian terbaru dari FIFA kepada Presiden Donald Trump, yang diberikan di tengah hubungan dekat dengan organisasi tersebut, memperkuat kekhawatiran atas netralitas politik hanya beberapa bulan sebelum turnamen dimulai di 16 kota Amerika Utara.

Serangan AS pada 3 Januari 2026, yang dirinci dalam pelaporan sebelumnya, memicu kecaman internasional segera tetapi tidak ada reaksi dari Dewan FIFA. Sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2026—pertama di AS sejak 1994, yang meliputi 11 kota AS ditambah venue di Meksiko dan Kanada—aksi tersebut menyoroti risiko geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi negara tuan rumah. Trump, yang administrasinya telah melancarkan serangan di tujuh negara selama masa jabatan ini, memperingatkan tindakan Venezuela beberapa hari sebelum menerima Hadiah Perdamaian perdana FIFA dari Presiden Gianni Infantino pada undian Piala Dunia Desember 2025. Kunjungan sering Infantino ke Gedung Putih dan dukungan publiknya terhadap Trump telah memicu persepsi bias. Kritikus berpendapat bahwa sebuah negara yang melakukan agresi tak terprovokasi—didefinisikan oleh PBB sebagai kekuatan bersenjata terhadap kedaulatan negara lain—tidak boleh menjadi tuan rumah. Ini hanya kasus ketiga bagi tuan rumah, setelah invasi AS ke Panama 1989 (Piala Dunia 1994) dan serbuan Rusia ke Ukraina 2014 (Piala Dunia 2018). AS kini terlibat dalam delapan konflik, melampaui rekor 1994-nya. Kelompok hak asasi manusia FairSquare menyebut agresi sebagai 'kejahatan internasional tertinggi', menuduh FIFA memprioritaskan pendapatan daripada etika di tengah ketiadaan pedoman. Sejarah respons lambat FIFA, seperti penundaan suspensi Rusia untuk 2022, menarik perbandingan. Reaksi Barat yang meredam dan masalah tata kelola Venezuela sendiri mempersulit narasi. Penawaran bersama AS-Kanada-Meksiko 2017, yang dimenangkan pasca-skandal FIFA, mencakup dana keamanan AS 625 juta dolar dan kemudahan visa. Namun, larangan perjalanan yang ada sudah membatasi penggemar dari negara seperti Haiti dan Iran.

Artikel Terkait

Protesting soccer fans outside a 2026 World Cup stadium calling for boycott over US policies, with signs, phones, and FIFA meeting in background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Panggilan boikot Piala Dunia 2026 meningkat karena kebijakan AS

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Ribuan penggemar telah membatalkan permohonan tiket untuk Piala Dunia FIFA 2026 di tengah kekhawatiran yang meningkat tentang kebijakan luar negeri AS dan isu keamanan domestik. Kampanye media sosial dan mosi politik mendesak boikot, mendorong FIFA mengadakan pertemuan darurat. Turnamen yang dityelenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menghadapi gangguan potensial menjelang tanggal mulai 11 Juni.

Membangun atas dukungan sebelumnya seperti dukungan mantan presiden FIFA Sepp Blatter untuk boikot penggemar, panggilan untuk melewatkan Piala Dunia 2026 semakin intens dari setidaknya 11 negara di tengah larangan perjalanan AS yang diperluas yang memengaruhi penggemar dari 15 negara peserta dan kontroversi baru termasuk penculikan presiden Venezuela dan penempatan militer Timur Tengah. FIFA memperingatkan sanksi untuk penarikan diri.

Dilaporkan oleh AI

FIFA sedang diselidiki setelah memberikan Hadiah Perdamaian pertamanya kepada Presiden AS Donald Trump bulan lalu, hanya beberapa minggu sebelum Amerika Serikat meluncurkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Penghargaan tersebut, yang diserahkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino pada undian Piala Dunia 2026, memuji kepemimpinan Trump tetapi kini menuai reaksi balik di tengah eskalasi geopolitik. Para kritikus mempertanyakan netralitas politik FIFA menjelang Piala Dunia.

US President Donald Trump stole the spotlight at the 2026 World Cup draw ceremony held at Washington's Kennedy Center, where he received a specially created FIFA Peace Prize. Leaders from Mexico and Canada attended amid diplomatic tensions, but football provided a temporary truce. Spain was drawn into a favorable group with Cabo Verde, Saudi Arabia, and Uruguay.

Dilaporkan oleh AI

Amerika Serikat telah memperkenalkan FIFA PASS, sistem penjadwalan visa prioritas untuk pemegang tiket internasional yang menghadiri Piala Dunia FIFA 2026. Diumumkan oleh Presiden Donald Trump bersama Presiden FIFA Gianni Infantino, inisiatif ini bertujuan mempercepat masuknya jutaan penggemar. Pejabat menekankan bahwa meskipun janji temu lebih cepat, pemeriksaan keamanan standar tetap tidak berubah.

Keputusan FIFA untuk menggelar undian Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, D.C., pada 5 Desember telah memicu penyelidikan Senat AS atas dugaan kronisme dan pengelolaan keuangan yang buruk. Kesepakatan tersebut, yang mencantumkan biaya sewa 0 dolar tetapi mencakup 7,4 juta dolar dalam donasi dan sponsor dari FIFA, menuai kritik dari Senator Sheldon Whitehouse di tengah hubungan politik dengan Presiden Donald Trump. Sementara itu, FIFA mengumumkan format seeding baru untuk memisahkan tim papan atas hingga tahap selanjutnya.

Dilaporkan oleh AI

Mexico's government advanced preparations for the FIFA World Cup 2026, with the inaugural match scheduled for June 11 at Estadio Azteca in Mexico City. President Claudia Sheinbaum and Interior Secretary Rosa Icela Rodríguez emphasized the chance to showcase the country's culture and hospitality during the event co-hosted with the United States and Canada. FIFA representatives confirmed the historic decision to open in Mexico due to its legacy in three previous editions.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak