EIA akan meluncurkan survei energi pusat data wajib menyusul surat dari Warren-Hawley

Menanggapi surat bipartisan dari Senator Elizabeth Warren dan Josh Hawley, Badan Informasi Energi AS (EIA) merencanakan survei nasional wajib mengenai penggunaan energi pusat data—upaya pertama untuk mengumpulkan data tersebut di tengah pertumbuhan berbasis AI. WIRED memperoleh surat EIA kepada para senator yang merinci inisiatif tersebut.

Badan Informasi Energi (EIA), lembaga statistik energi utama pemerintah federal, telah memberi tahu Senator Elizabeth Warren (D-MA) dan Josh Hawley (R-MO) tentang rencananya untuk melakukan survei nasional wajib mengenai konsumsi daya pusat data. Hal ini menyusul surat para senator pada bulan Maret yang mendesak pelaporan tahunan untuk mengatasi lonjakan permintaan listrik dari infrastruktur AI dan komputasi awan. Diperoleh oleh WIRED, tanggapan EIA berkomitmen untuk mengumpulkan data dasar yang sebelumnya tidak tersedia, di tengah pengawasan terhadap jejak lingkungan dan tekanan jaringan listrik dari pusat data. Tidak ada jadwal peluncuran yang ditentukan, namun badan tersebut menekankan untuk melanjutkan pengumpulan data wajib tersebut. Perkembangan ini dibangun di atas upaya bipartisan untuk meningkatkan transparansi, membantu pembuat kebijakan dalam mengelola biaya bagi rumah tangga dan merencanakan lonjakan permintaan yang diproyeksikan, seperti prakiraan BloombergNEF bahwa penggunaan energi pusat data akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2035.

Artikel Terkait

Democratic Senator Elizabeth Warren and Republican Senator Josh Hawley have called on the Energy Information Administration to require annual reporting on data center energy use. The bipartisan letter, sent on Thursday, aims to address the growing demands of artificial intelligence infrastructure. It highlights concerns over electricity costs for families amid expanding data centers.

Dilaporkan oleh AI

President Trump met with executives from major tech companies last month, where they signed a voluntary pledge to cover energy costs for their data centers. The agreement, dubbed the Ratepayer Protection Pledge, includes securing their own power supplies and funding necessary infrastructure. Critics have dismissed it as lacking enforcement mechanisms.

Residents packed a virtual town hall meeting to express strong opposition to the rapid expansion of data centers in Pennsylvania. Speakers blamed the projects for higher electricity costs, heavy water consumption, and noise issues while criticizing Governor Josh Shapiro for supporting the industry.

Dilaporkan oleh AI

Chinese authorities have issued new emission rules targeting strategic sectors including AI data centres to meet 2030 climate goals. The move comes amid the Iran war heightening energy security needs. The rules also call for greener digital infrastructure.

A massive data center proposed for Imperial Valley, California, would require 750,000 gallons of water daily, raising fears among local residents about rising costs and shortages. Developer Sebastian Rucci plans to complete the 330-megawatt facility by 2028, but it faces lawsuits and regulatory hurdles. The project is one of 24 data centers set to open in the state by 2030.

Dilaporkan oleh AI

Major technology firms are addressing growing public opposition to data center water consumption. SpaceX recently highlighted water scarcity risks in its amended IPO filing. Google announced new commitments to manage water use at its facilities.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak