Gelombang panas yang sangat besar di AS bagian Barat dan potensi terjadinya El Nino menandakan kekhawatiran akan cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi di masa depan. Meskipun tahun 2025 tercatat sebagai tahun terpanas ketiga dalam sejarah, bencana iklim yang terjadi lebih sedikit dari yang diperkirakan.
Tahun 2025 dinyatakan sebagai tahun terpanas ketiga yang tercatat secara global, namun terbukti relatif tidak menimbulkan bencana iklim di AS. Tidak ada badai besar yang mendarat, dan total lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan turun di bawah rata-rata 10 tahun, yang merupakan ukuran utama intensitas musim kebakaran hutan, menurut laporan Wired yang diterbitkan pada 19 Maret 2026. Ketenangan relatif ini kontras dengan ancaman yang muncul di masa mendatang. Gelombang panas yang sangat besar saat ini sedang melanda AS bagian Barat, sementara para peramal cuaca memperingatkan akan adanya potensi kejadian El Nino. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi dan berkepanjangan di seluruh negeri. Kata kunci yang terkait dengan laporan tersebut meliputi iklim, cuaca, lingkungan, dan El Nino. Artikel ini mendesak persiapan untuk menghadapi volatilitas cuaca yang lebih tinggi setelah musim 2025 yang lemah.