Wanita dengan Alzheimer kembali bisa berbicara setelah perawatan psilosibin

Seorang wanita berusia 83 tahun penderita penyakit Alzheimer parah mulai berbicara dalam kalimat lengkap dan kembali bisa mengontrol kandung kemihnya setelah mengonsumsi dosis besar psilosibin. Perubahan tersebut terjadi setelah satu sesi dengan senyawa psikedelik yang berasal dari jamur ajaib. Para peneliti menggambarkan kasus ini sebagai sesuatu yang dramatis namun menekankan bahwa ini hanyalah satu laporan anekdotal.

Wanita tersebut, yang didiagnosis menderita Alzheimer sepuluh tahun lalu, selama bertahun-tahun hanya berkomunikasi menggunakan kata-kata bersuku kata tunggal. Ia menerima 5 gram jamur Psilocybe cubensis varietas Enigma secara oral. Sekitar 19 jam kemudian, ia memulai percakapan empat jam yang mencakup ingatan dan refleksi pribadi.

Dalam beberapa minggu berikutnya, ia menunjukkan peningkatan lebih lanjut. Ia mampu berpakaian sendiri, tidak mengompol untuk periode yang lebih lama, dan bergerak dengan kelincahan yang lebih baik. Ekspresi wajahnya menjadi lebih hidup dan ia melakukan kontak mata yang lebih lama. Dosis kedua sebanyak 3 gram sebulan kemudian mendorongnya untuk mengingat momen saat berselancar dengan putranya.

Marcus Lago dari Ankh Cross Association di São Paulo, Brasil, memimpin pengamatan tersebut. Para ahli termasuk David Nutt dan Rudolph Tanzi mengatakan temuan ini perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih lanjut, sementara Albert Garcia-Romeu mencatat kurangnya pemantauan jangka panjang dan keterbatasan dari laporan kasus tunggal. Diagnosis Alzheimer tersebut didasarkan pada gejala, bukan pada tes biomarker.

Artikel Terkait

A nurse playing Tetris on her phone with fading traumatic images, illustrating a study on Tetris reducing flashbacks.
Gambar dihasilkan oleh AI

New study: Tetris reduces flashbacks after trauma

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Researchers at Uppsala University have shown that a short treatment program involving Tetris can reduce intrusive memories in healthcare staff after trauma.

Women maintain normal scores on standard memory tests for nearly three years longer than men even after Alzheimer’s-related brain changes begin. This cognitive advantage can mask early signs of the disease and delay treatment. A new analysis of long-term studies in the US and Canada highlights the issue.

Dilaporkan oleh AI

President Donald Trump signed an executive order on Saturday directing federal agencies to accelerate access to psychedelic drugs like psilocybin and ibogaine for treating mental health conditions, including depression, anxiety, and PTSD. The order allocates $50 million in funding and instructs the FDA to prioritize reviews. Trump was joined by Health and Human Services Secretary Robert F. Kennedy Jr., Dr. Mehmet Oz, former Navy SEAL Marcus Luttrell, and podcast host Joe Rogan.

Researchers at Texas A&M University have developed a nasal spray that appears to reverse aspects of brain aging after just two doses. The treatment reduced inflammation and restored memory function in models for months afterward. The findings were published in the Journal of Extracellular Vesicles.

Dilaporkan oleh AI

Doug Whitney, a US mechanic carrying a genetic mutation that typically triggers early-onset Alzheimer’s disease, has reached his late 70s without symptoms. Researchers link his protection to decades of intense heat exposure in ship engine rooms. The case bolsters evidence that heat therapy may safeguard the brain against the condition.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak