Seorang wanita berusia 83 tahun penderita penyakit Alzheimer parah mulai berbicara dalam kalimat lengkap dan kembali bisa mengontrol kandung kemihnya setelah mengonsumsi dosis besar psilosibin. Perubahan tersebut terjadi setelah satu sesi dengan senyawa psikedelik yang berasal dari jamur ajaib. Para peneliti menggambarkan kasus ini sebagai sesuatu yang dramatis namun menekankan bahwa ini hanyalah satu laporan anekdotal.
Wanita tersebut, yang didiagnosis menderita Alzheimer sepuluh tahun lalu, selama bertahun-tahun hanya berkomunikasi menggunakan kata-kata bersuku kata tunggal. Ia menerima 5 gram jamur Psilocybe cubensis varietas Enigma secara oral. Sekitar 19 jam kemudian, ia memulai percakapan empat jam yang mencakup ingatan dan refleksi pribadi.
Dalam beberapa minggu berikutnya, ia menunjukkan peningkatan lebih lanjut. Ia mampu berpakaian sendiri, tidak mengompol untuk periode yang lebih lama, dan bergerak dengan kelincahan yang lebih baik. Ekspresi wajahnya menjadi lebih hidup dan ia melakukan kontak mata yang lebih lama. Dosis kedua sebanyak 3 gram sebulan kemudian mendorongnya untuk mengingat momen saat berselancar dengan putranya.
Marcus Lago dari Ankh Cross Association di São Paulo, Brasil, memimpin pengamatan tersebut. Para ahli termasuk David Nutt dan Rudolph Tanzi mengatakan temuan ini perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih lanjut, sementara Albert Garcia-Romeu mencatat kurangnya pemantauan jangka panjang dan keterbatasan dari laporan kasus tunggal. Diagnosis Alzheimer tersebut didasarkan pada gejala, bukan pada tes biomarker.