Mimpi

Ikuti

Para peneliti di IMT School for Advanced Studies Lucca menemukan bahwa mimpi disusun berdasarkan sifat individu dan peristiwa dunia nyata, bukan terjadi secara acak. Dengan menganalisis lebih dari 3.700 laporan mimpi dari 287 partisipan, tim tersebut menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) untuk mengungkapkan bagaimana otak mengubah pengalaman sehari-hari menjadi skenario imajinatif. Studi ini menyoroti pengaruh seperti kecenderungan melamun dan pandemi COVID-19 terhadap isi mimpi.

Dilaporkan oleh AI

Orang yang mendekati ajal sering mengalami mimpi dan penglihatan yang jelas tentang kerabat yang telah meninggal, hewan peliharaan, pintu, tangga, dan cahaya, menurut para profesional perawatan paliatif. Pertemuan ini memberikan kenyamanan dan membantu pasien menerima kematian, menurut sebuah studi baru dari Italia. Para peneliti mencatat bahwa mimpi semacam itu menjadi lebih sering dan realistis seiring mendekatnya kematian.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak