Mitokondria
Studi EPFL kaitkan “pearling” mitokondria dengan pengaturan jarak nukleoid mtDNA yang merata
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Para ilmuwan di EPFL melaporkan bahwa perubahan bentuk sementara pada mitokondria—yang dikenal sebagai “pearling,” di mana organel ini membentuk konstriksi seperti manik-manik secara singkat—dapat mendistribusikan kembali kelompok DNA mitokondria (mtDNA) menjadi nukleoid dengan jarak yang lebih merata. Penelitian yang diterbitkan pada 2 April 2026 di jurnal Science ini menunjukkan bahwa proses tersebut dipicu oleh masuknya kalsium ke dalam mitokondria dan dapat membantu menjelaskan bagaimana sel mempertahankan organisasi mtDNA yang kuat, suatu fitur yang dikaitkan dengan berbagai kelainan terkait mitokondria.
Peneliti di Jepang menemukan bahwa meningkatkan protein bernama COX7RP pada tikus meningkatkan fungsi mitokondria, menghasilkan umur lebih panjang dan kesehatan lebih baik. Tikus yang direkayasa hidup 6,6% lebih lama secara rata-rata, dengan metabolisme yang ditingkatkan dan tanda penuaan yang berkurang. Temuan ini menunjukkan cara potensial untuk mempromosikan penuaan yang lebih sehat pada manusia.
Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi
Para ilmuwan di University of California, Riverside telah mengidentifikasi bentuk kerusakan DNA mitokondria yang sebelumnya tidak diketahui yang dikenal sebagai adduk DNA glutationilasi, yang menumpuk pada tingkat yang jauh lebih tinggi di DNA mitokondria daripada di DNA nuklir. Lesi tersebut mengganggu produksi energi dan mengaktifkan jalur respons stres, dan para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini dapat membantu menjelaskan bagaimana DNA mitokondria yang rusak berkontribusi pada peradangan dan penyakit termasuk diabetes, kanker, dan neurodegenerasi.