Para astronot di dalam pesawat ruang angkasa Orion milik NASA selama misi Artemis II mengamati sebanyak enam kilatan di sisi jauh bulan. Kilatan tersebut berasal dari meteorit kecil yang menghantam permukaan bulan. Dampak tersebut menghasilkan semburan cahaya singkat yang terlihat dari jarak ribuan kilometer.
Selama penerbangan lintas di sisi jauh bulan, kru Artemis II melihat kilatan cahaya yang muncul dari permukaan bulan, menurut laporan WIRED yang diterbitkan pada hari Rabu. Peristiwa ini melibatkan meteorit kecil yang bertabrakan dengan permukaan tanah, menciptakan cahaya yang terlihat akibat benturan tersebut. Bulan secara rutin mengalami pertemuan dengan puing-puing ruang angkasa, di mana kepingan yang lebih besar menghasilkan pendar cahaya yang dapat dideteksi dari jarak yang sangat jauh, sebagaimana dicatat dalam pemberitaan tersebut. Pesawat ruang angkasa Orion membawa para astronot saat mereka melakukan pengamatan yang tidak terduga ini. Serangan meteorit semacam itu menyoroti lingkungan dinamis di sekitar bulan, meskipun kru tetap melanjutkan misi mereka tanpa ada masalah yang dilaporkan. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai waktu pasti atau ukuran meteorit tersebut.