Astronot Artemis II saksikan hingga enam meteorit menghantam bulan

Para astronot di dalam pesawat ruang angkasa Orion milik NASA selama misi Artemis II mengamati sebanyak enam kilatan di sisi jauh bulan. Kilatan tersebut berasal dari meteorit kecil yang menghantam permukaan bulan. Dampak tersebut menghasilkan semburan cahaya singkat yang terlihat dari jarak ribuan kilometer.

Selama penerbangan lintas di sisi jauh bulan, kru Artemis II melihat kilatan cahaya yang muncul dari permukaan bulan, menurut laporan WIRED yang diterbitkan pada hari Rabu. Peristiwa ini melibatkan meteorit kecil yang bertabrakan dengan permukaan tanah, menciptakan cahaya yang terlihat akibat benturan tersebut. Bulan secara rutin mengalami pertemuan dengan puing-puing ruang angkasa, di mana kepingan yang lebih besar menghasilkan pendar cahaya yang dapat dideteksi dari jarak yang sangat jauh, sebagaimana dicatat dalam pemberitaan tersebut. Pesawat ruang angkasa Orion membawa para astronot saat mereka melakukan pengamatan yang tidak terduga ini. Serangan meteorit semacam itu menyoroti lingkungan dinamis di sekitar bulan, meskipun kru tetap melanjutkan misi mereka tanpa ada masalah yang dilaporkan. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai waktu pasti atau ukuran meteorit tersebut.

Artikel Terkait

Artemis II crew flies around Moon's far side, capturing craters and solar eclipse views en route home.
Gambar dihasilkan oleh AI

Astronot Artemis II terbang mengelilingi sisi jauh bulan

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Awak misi Artemis II NASA menjadi manusia pertama dalam lebih dari 50 tahun yang mengelilingi sisi jauh bulan pada 6 April, melakukan perjalanan lebih jauh dari Bumi dibandingkan siapa pun sebelumnya. Para astronot menangkap pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya, termasuk gambar jarak dekat kawah dan gerhana matahari yang unik. Mereka kini sedang dalam perjalanan kembali untuk melakukan pendaratan air di lepas pantai California pada 10 April.

Misi Artemis II NASA telah mencapai hari keenam, dengan empat awaknya mendekati sisi jauh bulan. Pesawat luar angkasa tersebut tetap berada di jalurnya untuk melakukan lintas terbang bulan sementara para astronaut membagikan gambar dan video Bumi. Mereka juga sedang menguji sistem untuk misi masa depan dan mengatasi masalah toilet.

Dilaporkan oleh AI

NASA merilis 22 foto pada hari Selasa dari terbang lintas bulan bersejarah yang dilakukan kru Artemis II pada hari Senin, menampilkan pemandangan menakjubkan Bulan dan Bumi. Gedung Putih membagikan gambar dari sisi jauh Bulan, termasuk foto pertama sejenisnya yang diambil oleh pesawat ruang angkasa Orion. Misi ini memecahkan rekor jarak terjauh dari Bumi yang ditempuh oleh manusia.

58 tahun setelah orbit lunar Apollo 8, NASA siap meluncurkan Artemis II, terbang berawak yang akan membawa astronot lebih jauh dari Bumi daripada sebelumnya. Misi ini akan menguji teknologi kunci untuk pendaratan lunar masa depan dan menandai langkah menuju basis bulan permanen. Awak, yang saat ini dalam karantina, mencakup komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, dan spesialis misi Christina Koch dan Jeremy Hansen.

Dilaporkan oleh AI

Para astronot dalam misi Artemis II NASA menangkap gambar-gambar menakjubkan Bulan dan Bumi menggunakan ponsel pintar iPhone 17 Pro Max saat mereka melintas di dekat bulan baru-baru ini. Kru, termasuk Komandan Reid Wiseman dan Spesialis Misi Jeremy Hansen, juga menggunakan kamera Nikon untuk pengambilan gambar beresolusi tinggi yang kini dirilis oleh NASA. Misi yang diluncurkan pada 1 April ini telah mencapai jarak terjadwal dari Bumi dan dijadwalkan untuk mendarat di perairan lepas pantai California minggu ini.

Penelitian baru menunjukkan bahwa pesawat luar angkasa Dart milik Nasa, yang menabrak bulan kecil asteroid Dimorphos pada 2022, telah mengubah orbit sistem asteroid biner mengelilingi matahari. Ini menandai kali pertama objek buatan manusia mengubah jalur benda langit secara terukur dengan cara ini. Temuan tersebut menyoroti metode potensial untuk pertahanan planet terhadap objek ruang angkasa berbahaya.

Dilaporkan oleh AI

As the US Artemis 2 crew completes its historic 10-day lunar orbit mission—the first with humans since Apollo—China is scrutinizing every detail for technical lessons to support its own astronaut lunar landing by 2030.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak