Simone Cabral, seorang seniman yang berbasis di Bloomington, Indiana, mengubah kapsul kopi aluminium bekas menjadi perhiasan dan karya seni berkelanjutan. Mengambil dari latar belakangnya di sanitasi lingkungan dan pelatihan perhiasan, ia menekankan nilai upcycling limbah sehari-hari. Karyanya mengajak pemakainya untuk mempertimbangkan ulang potensi bahan bekas.
Simone Cabral, pendiri By Soul & Hands, telah mempraktikkan upcycling sejak 2021. Berbasis di Bloomington, Indiana, ia mengumpulkan kapsul kopi aluminium bekas dari komunitasnya dan memprosesnya secara manual—membersihkan, menyterilkan, meratakan, memotong, melipat, dan membentuk masing-masing dengan tangan. Kapsul tiba dengan penyok dan bernoda, dan Cabral merangkul ketidaksempurnaan ini daripada menghilangkannya, menciptakan potongan tahan lama yang cocok untuk pemakaian sehari-hari. Pengalaman profesionalnya sebagai teknisi sanitasi lingkungan membentuk pendekatannya, dikombinasikan dengan pelatihan dari desainer perhiasan Brasil yang menyempurnakan tekniknya untuk bekerja dengan bahan tidak konvensional. Eksperimen awal fokus pada bagaimana aluminium ringan namun tajam menahan tekanan dan penggunaan jangka panjang, memastikan perhiasan nyaman dan kuat. Membangun kepercayaan dengan audiens menjadi tantangan, karena bahan limbah yang akrab awalnya menimbulkan pertanyaan tentang nilainya. Cabral mengatasi ini dengan transparansi, berbagi proses intensif tenaga kerja di pameran seni, lokakarya, dan ruang ritel lokal. Ia mencatat bahwa percakapan sering bergeser begitu orang memahami keterampilan yang terlibat, dari pertanyaan tentang asal bahan ke apresiasi terhadap kerajinan. Inspirasi untuk desainnya berasal dari lanskap pantai timur laut Brasil, tempat ia lahir, dan medan yang lebih tenang di Indiana. Pengaruh organik ini kontras dengan kapsul industri, menghasilkan potongan yang memadukan irama dan tekstur. Cabral belum bertemu seniman lain yang menggunakan kapsul kopi di acara tatap muka, meskipun ia melihat contoh online. Melalui karyanya, Cabral mempromosikan keberlanjutan sebagai sesuatu yang bijaksana dan dapat diakses. Tagline-nya, 'Wear the change you want to see', merangkum gagasan bahwa perhiasan dapat memicu dialog tentang limbah sebagai sumber daya dalam transisi daripada titik akhir.