Binance's CZ rejects claims of causing $19 billion crypto crash

Changpeng Zhao, known as CZ and former CEO of Binance, has dismissed accusations that the exchange triggered a massive $19 billion cryptocurrency market crash last October. In a live session, he described the claims as far-fetched, emphasizing broader market forces at play. Binance has since compensated affected users with around $600 million.

Changpeng “CZ” Zhao, co-founder and former CEO of the world's largest cryptocurrency exchange, Binance, pushed back against allegations that the platform was central to the $19 billion crypto market downturn in October 2025. During a live ask-me-anything session on Binance's platform, Zhao labeled the accusations “far-fetched,” arguing they overlooked wider market dynamics, according to Bloomberg.

The incident unfolded on October 10, 2025, when record liquidations wiped out approximately $19 billion in leveraged crypto positions. This marked the biggest single-day sell-off in the sector's 16-year history. Traders experienced technical glitches and pricing inconsistencies across various exchanges, including Binance, which fueled widespread panic selling.

In response, Binance disbursed about $600 million to compensate customers and businesses for losses tied to its platform problems. The exchange now operates under regulation in Abu Dhabi and oversight from US authorities. Zhao highlighted that these system issues have been resolved.

Zhao's defense comes amid personal developments: he received a pardon from President Trump in 2025 and is reportedly nearing an agreement to end Binance's compliance monitoring requirements. These steps underscore ongoing efforts to restore confidence in the exchange following past regulatory scrutiny.

While users pointed to platform-specific errors, Zhao stressed that the crash stemmed from overarching market pressures rather than any single entity's actions. This perspective aims to refocus attention on systemic vulnerabilities in cryptocurrency trading.

Artikel Terkait

President Donald Trump signing a pardon for Binance founder Changpeng Zhao in the Oval Office, amid controversy over crypto ties.
Gambar dihasilkan oleh AI

Trump memaafkan pendiri binance changpeng zhao

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Presiden Donald Trump memaafkan Changpeng Zhao, pendiri bursa kripto terbesar di dunia Binance, pada 24 Oktober 2025. Zhao telah mengaku bersalah pada 2023 atas pelanggaran pencucian uang setelah platformnya memfasilitasi transaksi ilegal yang terkait dengan pelecehan seksual anak, terorisme, dan perdagangan narkoba. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang konflik kepentingan karena hubungan Binance dengan usaha kripto keluarga Trump.

Presiden Donald Trump telah memaafkan Changpeng "CZ" Zhao, pendiri bursa kripto Binance, yang mengaku bersalah pada 2023 karena melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank dan kemudian menjalani hukuman empat bulan penjara. Langkah ini menuai kritik atas hubungan Binance dengan usaha kripto keluarga Trump, sementara Gedung Putih menyebutnya sebagai koreksi atas apa yang disebut sebagai kelebihan sebelumnya.

Dilaporkan oleh AI

Mata uang kripto mengalami crash kilat yang tajam selama akhir pekan setelah ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru pada impor China, menghapus miliaran nilai pasar. Bitcoin turun dari puncak dekat $126.000 menjadi di bawah $105.000, sementara aset lain seperti Ethereum dan Dogecoin mengalami penurunan yang lebih curam. Peristiwa ini menyoroti volatilitas sektor di tengah perdagangan berleverage dan ketegangan perdagangan global.

Binance founder Changpeng Zhao forecasts a cryptocurrency 'super cycle' amid U.S. regulatory progress, including the Senate Banking Committee's markup of the CLARITY Act on January 15, 2026, following the GENIUS Act's stablecoin framework.

Dilaporkan oleh AI

Jaksa federal telah menuduh Chen Zhi, ketua Prince Holding Group Kamboja, atas penipuan kawat dan pencucian uang dalam penipuan kripto global yang mengeksploitasi tenaga kerja paksa. Pemerintah AS menyita bitcoin senilai sekitar $15 miliar, menandai tindakan penyitaan terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman. Chen masih buron dan menghadapi hukuman hingga 40 tahun penjara jika dinyatakan bersalah.

Jaksa federal telah menyita 127.271 bitcoin senilai sekitar 15 miliar dolar dari skema penipuan kripto besar-besaran yang dioperasikan dari kamp-kamp kerja paksa di Kamboja. Operasi tersebut, yang dipimpin oleh warga negara Tiongkok Chen Zhi, melibatkan perdagangan manusia dan penipuan investasi yang menargetkan korban di seluruh dunia. Chen menghadapi tuduhan konspirasi penipuan kabel dan konspirasi pencucian uang, menandai tindakan penyitaan terbesar dalam sejarah AS.

Dilaporkan oleh AI

Bitcoin fell to a nine-month low below $80,000 on January 31, 2026, triggering over $2.5 billion in liquidations across crypto markets. Analysts attribute the crash to liquidity issues and extreme leverage rather than geopolitical tensions or Federal Reserve actions. The downturn erased $111 billion from the total crypto market value in 24 hours.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak