Roadster BMW 507 merayakan ulang tahun ke-70

Roadster BMW 507, yang diperkenalkan pada 1956, menandai ulang tahun ke-70-nya pada 2026 sebagai salah satu desain paling ikonik perusahaan. Meskipun hampir membuat BMW bangkrut karena biaya produksi tinggi, mobil sport edisi terbatas ini telah menjadi sangat bernilai. Garis-garis elegan yang dirancang oleh Albrecht Goertz terus memengaruhi warisan mobil sport BMW.

Kisah roadster BMW 507 bermula pada pertengahan 1950-an ketika importir Amerika Max Hoffman mendesak BMW untuk menciptakan mobil sport ringan beratap terbuka guna menyaingi Mercedes-Benz 300SL. Hoffman berkomitmen membeli 1.000 unit dengan harga sekitar $5.000 per unit, bertujuan menarik pembeli AS. BMW, yang sedang pulih dari tantangan pasca-perang dengan lini sedan mewah dan mikrocar Isetta, menyetujui usulan tersebut. Albrecht Goertz, desainer yang terlatih di bawah Raymond Loewy, merancang bodi 507 dengan panel aluminium berbentuk tangan, menampilkan garis horizontal panjang rendah, kaca depan melengkung lembut, serta gril ginjal terintegrasi. Desain tersebut debut di New York Motor Show 1955, menuai pujian luas dan pesanan. Ditenagai mesin V8 all-aluminum 3,2 liter yang menghasilkan sekitar 150 tenaga kuda, 507 memiliki bobot sekitar 1.330 kilogram. Ia berakselerasi dari 0-100 km/h dalam sekitar 11 detik dan mencapai kecepatan puncak lebih dari 220 km/h, dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan. Namun, perakitan oleh Baur di Stuttgart terbukti sangat intensif tenaga kerja, menggandakan biaya dan menaikkan harga di AS menjadi $9.000-$10.000. Produksi berjalan dari 1956 hingga 1959, hanya menghasilkan 254 unit, dengan BMW merugi pada setiap unit. Tekanan finansial tersebut hampir membuat perusahaan bangkrut, yang justru diselamatkan oleh kesuksesan Isetta. Yang menonjol, Elvis Presley memiliki satu unit—nomor seri 70079—yang dibelinya berwarna putih pada 1958 saat bertugas militer di Jerman, dan kemudian dicat merah karena noda lipstik dari penggemar. Saat ini, 507 yang telah direstorasi terjual lebih dari $2 juta di lelang, mencerminkan kelangkaan dan warisan desainnya. Pengaruh model ini terlihat pada mobil sport BMW berikutnya seperti 3.0 CSL, M1, Z8, dan i8, yang menggabungkan keanggunan dan performa yang menjadi ciri khas merek tersebut.

Artikel Terkait

An article highlights how vehicles from the mid-20th century, once everyday rides, command premium prices among collectors today. From American muscle cars to European sports models, these classics draw high bids due to rarity and nostalgia. Values often exceed hundreds of thousands of dollars for well-preserved examples.

Dilaporkan oleh AI

Owning classic cars often involves challenges beyond their high purchase prices, primarily due to the difficulty in finding replacement parts. An article highlights eight iconic models produced in limited numbers or with unique components that make restoration demanding. These vehicles, from Ferrari to Aston Martin, embody automotive history but require specialized expertise to maintain.

As 2026 approaches, several 2002 model year vehicles will reach 25 years old, qualifying them as classics under common automotive definitions. This milestone highlights cars from brands like Acura, Ferrari, and BMW that influenced early 21st-century designs. Their current used prices vary widely, from affordable options under $10,000 to multimillion-dollar auctions.

Dilaporkan oleh AI

Bugatti has restored an early development prototype of the Veyron Super Sport to its original factory condition. The hypercar, linked to the model that set a production-car speed record of 431kmph, underwent the work at the company's headquarters in Molsheim, France.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak