Grooming anak juga menyasar orang tua

Proses grooming terhadap anak sering kali dimulai dengan mendekati orang tua untuk membangun kepercayaan. Pelaku menggunakan manipulasi sistematis agar dapat mengakses anak tanpa kecurigaan. Memahami tanda-tanda ini penting untuk melindungi anak sejak dini.

Grooming adalah proses manipulasi yang sistematis dan penuh kesabaran, di mana pelaku tidak bertindak secara spontan melainkan menyusun strategi untuk menciptakan rasa aman, kedekatan emosional, dan ketergantungan. Menurut sumber dari Rising Children Network, child grooming melibatkan rangkaian perilaku manipulatif yang bertujuan mempersiapkan anak agar mudah dieksploitasi secara seksual, dan proses ini bisa berlangsung dari minggu hingga bertahun-tahun.

Selama ini, banyak yang mengira grooming hanya menargetkan anak secara langsung, padahal pelaku sering memulai dengan mendekati orang tua, guru, atau pengasuh. Pelaku tampil ramah, peduli, dan tulus membantu, seperti memberikan hadiah atau terlalu sering menawarkan bantuan, untuk membangun kepercayaan keluarga. Setelah orang tua merasa nyaman, kewaspadaan menurun, memungkinkan pelaku berinteraksi dengan anak tanpa pengawasan ketat.

Tanda-tanda grooming pada anak termasuk sering membicarakan satu orang dewasa atau anak lebih tua dan ingin bertemu berdua, menjalin hubungan dengan orang berusia jauh lebih tua, bolos sekolah atau kegiatan, menarik diri dari teman, mengurung diri di kamar, memiliki hadiah mahal tanpa penjelasan, enggan menceritakan aktivitas harian, atau berbohong. Anak juga mungkin menunjukkan perubahan emosi seperti mudah marah, cemas, atau tampak lebih dewasa secara tidak wajar.

Pada tahap awal, hubungan tampak wajar, tetapi pelaku secara bertahap membiasakan anak dengan kontak fisik berlebih atau memperkenalkan topik seksual melalui obrolan atau konten. Grooming bahkan berlanjut setelah pelecehan untuk mencegah anak bercerita. Orang tua perlu peka terhadap pola ini untuk mencegah risiko kekerasan seksual.

Artikel Terkait

Swedish Justice Minister Gunnar Strömmer at a press conference announcing proposals to strengthen police crime-fighting measures.
Gambar dihasilkan oleh AI

Proposal to ease police crime provocations

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A new investigation proposes allowing police to use provocative measures, such as posing as drug buyers or children selling sex online. The proposals also include creating AI-generated fictional child pornography to infiltrate pedophile networks. Justice Minister Gunnar Strömmer welcomes the investigation as a step to strengthen crime fighting.

Fenomena child grooming menjadi perbincangan di Indonesia setelah munculnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Pakar Psikologi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Rohimi Zam Zam, menekankan bahwa manipulasi psikologis ini membawa trauma mendalam bagi anak. Orang tua dan pendidik diimbau untuk meningkatkan edukasi dan pengawasan guna mencegah eksploitasi seksual.

Dilaporkan oleh AI

Sexual predators often follow a calculated process to target and groom children, as revealed in a South African survivor's account. Annemarie Gillmer shares how she was manipulated from age 13 by an older riding coach, highlighting tactics that isolated her and eroded her boundaries. Her experience underscores the need for awareness to protect children from such abuse.

A 40s male company employee from Kanagawa Prefecture worries that his late-70s parents' habit of giving his middle school son money frequently is harming the boy's grasp of money's value. Though he understands their desire to spoil their grandson whom they see only a few times a year due to distance, they ignore his requests for prior discussion and continue secretly. Education commentator Naoki Ogi advises openly discussing concerns with the son and holding onto gifts until adulthood.

Dilaporkan oleh AI

A father in Älvsbyn faces indictment for serious child sex crimes, including exploitation of minors for sexual posing and possession of child pornography. The children were reunited with their parents in August 2023 despite suspicions of violence but were taken into care again after a police raid in October. The man denies all charges.

The General Prosecutor's Office presents in Neiva a comprehensive model to prevent, detect, and address sexual abuse in educational settings, amid rising violence cases. The initiative aims to create safe spaces for children and adolescents through diagnostics, pedagogical materials, and training workshops. The launch takes place this Monday, January 26, 2026, at the Mega Colegio Rodrigo Lara Bonilla.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Anggota Kongres Mark Harris, seorang Republik dari North Carolina, telah memperkenalkan undang-undang yang bertujuan menutup apa yang dia dan pendukungnya gambarkan sebagai celah dalam hukum federal yang memungkinkan beberapa produsen video eksplisit secara seksual dengan anak-anak di latar belakang menghindari hukuman. RUU tersebut menargetkan kasus di mana anak di bawah umur digambarkan secara sengaja dalam konteks eksploitasi seksual tetapi tidak terlibat langsung dalam tindakan seksual, dan Harris berargumen bahwa perubahan tersebut diperlukan untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi dengan lebih baik.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak