Cina menyetujui chip otak komersial pertama untuk perawatan disabilitas

Cina telah menjadi negara pertama yang menyetujui implan otak untuk dijual secara komersial untuk mengobati disabilitas. Perangkat ini, NEO dari Neuracle Medical Technology, memungkinkan orang yang lumpuh untuk mengendalikan tangan robot menggunakan pikiran mereka. Langkah ini kontras dengan kemajuan yang lebih lambat dalam uji klinis di Amerika Serikat dan Eropa.

China telah mencapai tonggak sejarah dalam teknologi antarmuka otak-komputer dengan menyetujui chip otak pertama yang tersedia secara komersial yang dirancang untuk mengatasi disabilitas. Dikembangkan oleh Neuracle Medical Technology, implan yang dinamai NEO ini memungkinkan pengguna yang mengalami kelumpuhan untuk menerjemahkan pikiran mereka ke dalam gerakan tangan robot. Persetujuan ini menandai China sebagai negara perintis dalam membawa perangkat semacam itu ke pasar untuk dijual, seperti yang dinyatakan dalam laporan dari WIRED yang diterbitkan pada 20 Maret 2026. Perkembangan ini menyoroti dorongan agresif China terhadap komersialisasi di sektor ini, sementara Amerika Serikat dan Eropa melanjutkan dengan lebih hati-hati dengan uji klinis yang sedang berlangsung untuk implan otak yang serupa. Kata kunci yang terkait dengan cerita ini termasuk antarmuka otak-komputer, ilmu saraf, dan perbandingan dengan perusahaan seperti Neuralink. Kemajuan ini menggarisbawahi pendekatan regulasi yang berbeda secara global, dengan China yang bertujuan untuk memimpin industri ini, sesuai dengan judul artikel. Tidak ada rincian spesifik tentang jadwal persetujuan atau uji coba lebih lanjut yang diberikan dalam materi sumber.

Artikel Terkait

Illustration of Northwestern University's wireless micro-LED brain implant delivering light patterns to mouse neurons for sensory signaling.
Gambar dihasilkan oleh AI

Northwestern team develops wireless implant that ‘speaks’ to the brain with light

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Scientists at Northwestern University have created a soft, wireless brain implant that delivers patterned light directly to neurons, enabling mice to interpret these signals as meaningful cues without relying on sight, sound or touch. The fully implantable device uses an array of up to 64 micro-LEDs to generate complex activity patterns across the cortex, a development that could advance next-generation prosthetics and sensory therapies, according to Northwestern and Nature Neuroscience.

Two Chinese patients with high-level paralysis have successfully used brain-machine interface (BMI) technology to control a power wheelchair, direct a robotic dog to retrieve deliveries, and operate a robotic arm to grasp a cup and drink water using only their thoughts. The achievements were announced on Wednesday at a media briefing by the Center for Excellence in Brain Science and Intelligence Technology of the Chinese Academy of Sciences in Shanghai. This marks a major advancement toward practical clinical applications of BMI.

Dilaporkan oleh AI

Chinese scientists have drawn inspiration from the Japanese paper-cutting art of kirigami to develop stretchable microelectrode arrays, aiming to overcome limitations in electrode technology such as that used by Neuralink. These arrays were implanted into macaque monkeys, where they flexed with brain tissue to record hundreds of neurons simultaneously. The research was published in the February 5 issue of Nature Electronics.

Chinese biotech firm SciNeuro Pharmaceuticals has partnered with Swiss pharmaceutical giant Novartis in a deal worth nearly $1.7 billion to develop treatments for Alzheimer's disease, which affects some 55 million people worldwide. The agreement grants Novartis exclusive worldwide rights to develop and commercialise SciNeuro's antibody candidates for the progressive brain disease. SciNeuro's novel amyloid beta-targeted antibody programme leverages proprietary blood-brain barrier shuttle technology to help more of the drug cross into the brain where Alzheimer's damage occurs.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah perusahaan Australia telah memungkinkan chip dengan sel otak manusia untuk memainkan permainan video Doom menggunakan antarmuka pemrograman sederhana. Dikembangkan oleh Cortical Labs, teknologi ini memungkinkan pelatihan cepat dan menandai kemajuan menuju aplikasi komputasi biologis praktis. Para ahli menyoroti potensinya untuk menangani tugas kompleks seperti kontrol robotik.

The U.S. Department of Commerce announced on Tuesday that it would allow Nvidia to resume shipments of H200 chips to Chinese customers, marking the latest move by the Trump administration to ease technology export restrictions to China. The H200 is Nvidia's second-most-advanced AI processor, previously restricted over concerns about bolstering China's tech and military capabilities.

Dilaporkan oleh AI

Ilmuwan China He Jiankui, yang menjalani hukuman penjara karena menciptakan bayi pertama di dunia yang diedit gennya, kini berintensi mengejar pekerjaan serupa untuk memerangi penyakit Alzheimer. Ia telah mengkritik upaya Silicon Valley di bidang tersebut sebagai 'eksperimen eugenik Nazi'. Perkembangan ini menghidupkan kembali perdebatan etis dalam bioteknologi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak