Epia Neuro luncurkan implan otak untuk pemulihan fungsi tangan pascastroke

Epia Neuro, sebuah startup yang baru diluncurkan di San Francisco, sedang mengembangkan antarmuka otak-komputer untuk membantu pasien stroke memulihkan gerakan tangan. Sistem ini menggabungkan implan otak dengan sarung tangan bermotor. Stroke tetap menjadi penyebab utama disabilitas jangka panjang, yang memengaruhi fungsi tangan dan lengan pada sekitar dua pertiga penyintas.

Epia Neuro bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh para penyintas stroke, yang banyak di antaranya hidup dengan kelumpuhan atau kelemahan persisten pada tangan dan lengan mereka. Antarmuka otak-komputer startup ini berupaya menghubungkan kembali sinyal otak untuk memulihkan fungsi melalui sarung tangan bermotor yang dipasangkan guna membantu pemulihan gerakan. Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh WIRED, inovasi ini menargetkan gangguan signifikan yang menghambat kehidupan sehari-hari bagi banyak pasien, bahkan setelah pemulihan awal terjadi pada pasien lainnya. Epia Neuro yang berbasis di San Francisco memosisikan teknologinya sebagai solusi bagi mereka yang tidak sepenuhnya mendapatkan kembali fungsi tangan secara alami. Stroke tergolong sebagai salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang di seluruh dunia. Sekitar dua pertiga penyintas mengalami keterbatasan tangan dan lengan yang nyata, menurut fokus perusahaan tersebut.

Artikel Terkait

AI interface analyzing back-of-hand and clenched-fist photos for acromegaly detection in Kobe University research, privacy-focused medical innovation.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kobe University team reports AI can flag acromegaly from privacy-conscious hand photos

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Researchers in Japan say they have developed an artificial intelligence model that can help detect acromegaly by analyzing photos of the back of the hand and a clenched fist—an approach designed to avoid using facial images or fingerprints. The team reports the system performed well in testing and could help clinicians identify potential cases earlier and refer patients for specialist evaluation.

China has become the first country to approve a brain implant for commercial sale to treat disabilities. The device, NEO from Neuracle Medical Technology, enables paralyzed individuals to control a robotic hand using their thoughts. This move contrasts with slower progress in clinical trials in the United States and Europe.

Dilaporkan oleh AI

A new study reveals that after a stroke, the undamaged side of the brain can appear biologically younger as it compensates for lost function. Researchers analyzed MRI scans from over 500 stroke survivors worldwide using AI models. The findings suggest neuroplasticity helps explain persistent motor impairments.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak