Met Gala 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, merayakan pameran baru 'Costume Art' di Met yang mengangkat tema pakaian dan tubuh. Para drag queen telah menguasai teknik padding untuk menciptakan bentuk feminin ilusi, yang selaras dengan tema pameran tersebut. Penampil seperti Jimbo, Plane Jane, dan Bob the Drag Queen berbagi metode mereka serta peran penting padding dalam memberdayakan diri.
Met Gala 2026 akan berlangsung pada Senin malam di Metropolitan Museum of Art, New York City. Acara ini menyoroti pameran musim semi Costume Institute, “Costume Art,” yang mengeksplorasi hubungan antara pakaian dan bentuk tubuh manusia. Para drag queen, yang dikenal dengan teknik padding transformatif mereka, mencontohkan ide-ide ini melalui penggunaan sisipan busa dan silikon untuk membentuk lekukan tubuh yang dilebih-lebihkan demi keperluan penampilan dan ekspresi diri.Jimbo, alumni Drag Race, menjelaskan bagaimana padding membangkitkan rasa percaya diri: “Saat saya menggunakan padding dan merasa nyaman dengan diri sendiri, saya mengambil ruang lebih banyak—dan itu terasa menyenangkan serta seksi bagi saya.” Dia melapis busa yang dipotong dengan pisau pengiris daging kalkun, yang diamankan dengan Spanx, stoking, pakaian dalam khusus, dan korset. Plane Jane menyebutnya sebagai “satu trik sulap besar,” dengan menggunakan busa komposit—lapisan dalam yang lebih keras untuk membentuk struktur dan lapisan luar yang lebih lunak. Bob the Drag Queen membuat padding sendiri untuk mendapatkan bentuk tubuh jam pasir, mengincar proporsi 33-22-33, seraya mencatat, “Saya tidak memiliki lekuk tubuh feminin, jadi saya menciptakannya dari ketiadaan.”Praktik padding bermula dari aktor di era Shakespeare dan mulai menonjol pada masa kegilaan 'pansy' tahun 1920-an serta kancah balai kota Harlem tahun 1960-an. Pelopor seperti Divine dan RuPaul mengangkat derajat drag melalui RuPaul’s Drag Race, dengan sumber daya yang kini berlimpah di YouTube. Spesialis seperti Camille Yen membuat sisipan khusus, sementara perancang seperti Chris Habana dan Marco Marco menyesuaikan pakaian untuk siluet tubuh yang menggunakan padding.Beberapa drag queen, termasuk Naomi Smalls dan Aquaria, memilih untuk tidak menggunakan padding demi interaksi mode yang lebih bebas. Namun bagi banyak orang, padding adalah hal yang esensial. “Kecantikan itu menyakitkan,” ujar Jimbo, yang rela mengorbankan mobilitas demi karakter. Di tengah berbagai tantangan terhadap komunitas drag, Plane Jane menekankan sisi kegembiraannya: “Rasa kebersamaan adalah apa yang menjaga kegembiraan tetap hidup.”