Analisis menemukan kandidat yang menyangkal hasil pemilu mencalonkan diri untuk jabatan yang mengesahkan pemilu di 23 negara bagian

Fakta terverifikasi

Para kandidat yang telah mempertanyakan atau menyangkal hasil pemilu masa lalu sedang mencalonkan diri di 23 negara bagian — termasuk lima medan pertempuran pemilihan presiden — untuk jabatan tingkat negara bagian yang dapat berperan dalam mengelola atau mengesahkan pemilu, menurut analisis baru oleh States United Action yang dibagikan kepada NPR.

Analisis baru dari States United Action, sebuah organisasi nirlaba yang melacak posisi kandidat terkait hasil pemilu, mengidentifikasi setidaknya 53 kandidat yang mengincar jabatan tingkat negara bagian yang dapat memengaruhi bagaimana pemilu dikelola, disahkan, atau ditegakkan secara hukum.

States United menyatakan telah meninjau kontestasi di 39 negara bagian yang mengadakan pemilu pada tahun 2026 untuk jabatan yang berinteraksi dengan administrasi atau sertifikasi pemilu — termasuk sekretaris negara bagian, gubernur, dan di beberapa negara bagian, jaksa agung.

Organisasi tersebut mengklasifikasikan seorang kandidat sebagai “penyangkal pemilu” jika kandidat tersebut memenuhi setidaknya satu dari lima kriteria, termasuk secara keliru mengklaim bahwa Donald Trump adalah pemenang yang sah dalam pemilihan presiden 2020 atau mendukung upaya untuk merongrong hasil pemilu setelah audit dan tantangan hukum selesai.

Joanna Lydgate, CEO States United, mengatakan niat kelompoknya adalah membantu pemilih memahami pandangan para kandidat mengenai pemilu.

“Tujuannya adalah agar dapat memberikan informasi yang paling akurat kepada pemilih,” kata Lydgate, “dan memahami dengan tepat apa yang diperjuangkan oleh para kandidat ini serta apakah mereka secara mendasar memercayai pemilu yang bebas dan adil di negara ini.”

Beberapa negara bagian yang menjadi medan pertempuran pemilihan presiden disorot dalam analisis tersebut. States United menyatakan bahwa Georgia dan Michigan keduanya akan memilih sekretaris negara bagian dan gubernur baru pada tahun 2026, dan kandidat yang telah menyangkal hasil pemilu sedang mencalonkan diri untuk peran tersebut.

Laporan NPR juga menunjuk pada tekanan yang dihadapi pejabat pemilu setelah pemungutan suara tahun 2020. Di Georgia, Sekretaris Negara Bagian Brad Raffensperger menolak permintaan Trump untuk “mencari” 11.780 suara. Di Michigan, Sekretaris Negara Bagian Jocelyn Benson melaporkan bahwa pengunjuk rasa bersenjata datang ke rumahnya dalam beberapa minggu setelah pemilu.

Di Arizona — medan pertempuran pemilihan presiden lainnya — States United mengatakan para penyangkal pemilu mencalonkan diri untuk ketiga posisi tingkat negara bagian yang disebutnya krusial bagi pengawasan pemilu: gubernur, sekretaris negara bagian, dan jaksa agung. NPR melaporkan bahwa Anggota DPR Andy Biggs, yang mencalonkan diri sebagai gubernur Arizona, memberikan suara menentang sertifikasi hasil pemilihan presiden 2020 di Kongres dan menghubungi anggota parlemen utama Arizona pada tahun 2020 untuk mendiskusikan penyelidikan cara lain guna mengintervensi proses sertifikasi negara bagian tersebut.

States United dan NPR melaporkan bahwa jumlah kandidat penyangkal pemilu dalam pemilihan tingkat negara bagian lebih rendah dibandingkan siklus pemilu baru-baru ini. Lydgate mengaitkan penurunan tersebut dengan kesimpulan para kandidat bahwa penyangkalan pemilu merupakan strategi yang buruk dalam pemilihan umum yang kompetitif.

NPR juga mengutip tinjauannya sendiri pasca-2022, yang menemukan bahwa kandidat Partai Republik untuk sekretaris negara bagian yang menyangkal hasil 2020 umumnya berkinerja lebih buruk dibandingkan kandidat GOP lainnya di negara bagian yang kompetitif. Analisis terpisah oleh States United terhadap pemilu yang sama memperkirakan penalti “penyangkalan pemilu” sebesar sekitar tiga poin persentase.

Brendan Fischer, yang memimpin riset tentang upaya subversi pemilu di Campaign Legal Center, mengatakan kepada NPR bahwa “infrastruktur penyangkalan pemilu” telah berkembang sejak 2020 dan terus memengaruhi politik Partai Republik meskipun penyangkalan pemilu yang eksplisit tetap menjadi posisi minoritas.

“Gerakan penyangkal pemilu masih mewakili kelompok minoritas yang sangat kecil di negara ini,” ujar Fischer. “Namun, itu adalah kekuatan yang berenergi dan aktif dalam politik Partai Republik.”

Artikel Terkait

Illustration of Democratic overperformance in special elections following Trump's 2025 White House return, with news screens showing results and graphs.
Gambar dihasilkan oleh AI

Democrats notch repeated special-election overperformances after Trump’s return to the White House

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Democratic candidates have frequently run ahead of Vice President Kamala Harris’ 2024 margins in recent special elections held after President Donald Trump began his second term in January 2025, according to analyses tracking results across states and districts. Republicans and some analysts caution that special elections are often low-turnout contests that do not always predict general-election outcomes.

Voters in California, Iowa, Montana, New Jersey, South Dakota and New Mexico went to the polls on Tuesday to nominate candidates for governor, U.S. Senate and U.S. House seats ahead of the fall midterms.

Dilaporkan oleh AI

Several librarians across the United States are running for state legislative seats in 2026 elections. Motivated by anti-library legislation and book bans, they aim to advocate for public institutions from within government. Their campaigns highlight libraries' role in fostering education and community access.

Voters in Georgia go to the polls Tuesday for primary elections that include high-profile Republican contests for U.S. Senate and governor. Democrats are pushing to flip two state Supreme Court seats in the same vote.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

As of late April 2026, five Republican-led states—Florida, Mississippi, South Dakota, Utah and Kentucky—had enacted new laws tying voter registration or ballot access to documentary proof of U.S. citizenship, according to Voting Rights Lab, a nonprofit that tracks election legislation. The measures come amid broader Republican-backed efforts at the state and federal levels to add citizenship-verification steps to election administration.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak