Hawaii menguji plastik daur ulang dalam campuran aspal jalan

Para peneliti di Hawaii sedang mencampurkan jaring ikan bekas dan plastik rumah tangga ke dalam aspal untuk jalan raya. Uji coba awal menunjukkan bahwa campuran ini tidak melepaskan mikroplastik lebih banyak daripada perkerasan standar. Hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan musim semi American Chemical Society.

Hawaii menghadapi tantangan terkait limbah plastik karena tingginya biaya daur ulang dan banyaknya sampah laut yang terdampar di pesisir. Peneliti di Center for Marine Debris Research bekerja sama dengan Departemen Transportasi Hawaii untuk menguji material daur ulang dalam aspal modifikasi polimer.

Jeremy Axworthy mempresentasikan temuan yang menunjukkan bahwa perkerasan yang dibuat dengan polietilena daur ulang dari jaring ikan dan limbah lokal memiliki kinerja yang serupa dengan aspal styrene-butadiene-styrene konvensional. Uji coba lapangan di sebuah jalan perumahan di Oahu menggunakan tiga campuran, dengan debu jalan yang dikumpulkan setelah 11 bulan untuk dianalisis.

Uji laboratorium dan lapangan menggunakan kromatografi gas pirolisis-spektrometri massa menemukan bahwa partikel keausan ban jauh melebihi sinyal polietilena apa pun dari plastik daur ulang tersebut. Tim mencatat bahwa plastik menyatu ke dalam pengikat aspal, sehingga membatasi pelepasan mikroplastik secara terpisah.

Diperlukan pengujian ketahanan jangka panjang lebih lanjut sebelum adopsi secara lebih luas. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan tempat pembuangan akhir dan sampah laut sekaligus mendukung kebutuhan infrastruktur lokal.

Artikel Terkait

Researchers at the University of Vienna have determined that land releases more than 20 times as many microplastic particles into the atmosphere as the oceans, challenging prior assumptions. Their study, published in Nature, used global measurements to correct overestimated emission models. The findings highlight land as the dominant source, though uncertainties persist.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the University of Missouri have developed a modified strain of algae that captures microplastics from contaminated water by producing an orange-scented oil. The process also cleans wastewater and could support bioplastic production.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak