Para pemimpin masyarakat adat mendesak adanya persetujuan untuk proyek pusat data AI

Para delegasi dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyoroti tekanan lingkungan dari pusat data berskala besar yang menggerakkan kecerdasan buatan di tanah masyarakat adat.

Dalam sebuah panel pada hari kedua Mekanisme Pakar PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat, para delegasi masyarakat adat menyerukan kebijakan yang memastikan adanya persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan (FPIC) untuk pembangunan pusat data.

Maren Storslett, anggota Parlemen Sámi di Norwegia, mencatat bahwa pusat data besar telah memberikan tekanan yang luar biasa pada wilayah di Sápmi. Ia mengatakan bahwa diskusi mengenai prioritas dan batasan harus menyertakan suara masyarakat adat.

Aluki Kotierk, ketua Forum Permanen PBB untuk Isu-Isu Masyarakat Adat, menunjuk pada besarnya kebutuhan energi, air, dan mineral dari fasilitas-fasilitas ini, yang sering kali diekstraksi dari tanah masyarakat adat tanpa partisipasi yang berarti.

Contoh yang disebutkan termasuk penangguhan pusat data Google pada tahun 2024 di Santiago, Chili, dan keluhan oleh masyarakat Anacé di Brasil terkait rencana fasilitas TikTok. Di Tulsa, Oklahoma, sebuah proyek Meta memicu moratorium dewan kota pada bulan Maret.

Beberapa komunitas tengah menjajaki manfaatnya, seperti kepemilikan saham Woodland Cree First Nation dalam rencana fasilitas berkapasitas 650 megawatt di Alberta.

Artikel Terkait

Protesters blocking data center construction sites across the United States in 2026.
Gambar dihasilkan oleh AI

Protests block 130 billion dollars in data center projects in early 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Communities across the United States blocked or delayed at least 75 data center projects worth about 130 billion dollars from January through March 2026. Researchers described the period as the most blocked and delayed on record since tracking began in 2023. The opposition reflects a structural shift in local resistance to such developments.

Activists gathered outside the Microsoft Build conference in San Francisco this week to voice concerns about the environmental impact of AI data centers. They distributed leaflets detailing effects on land, water and power resources. Microsoft CEO Satya Nadella addressed community concerns during his keynote address on Tuesday.

Dilaporkan oleh AI

Opposition to large data centers is emerging across party lines in several states. Recent moves by governors in Texas and New York highlight the trend. Local votes and polling show broad public resistance.

Indigenous communities bear heavy climate impacts but receive almost no global funding to fight them, advocates say. At the United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues, leaders highlighted barriers in major climate funds. U.N. Secretary-General António Guterres praised them as guardians of nature, yet billions pledged have largely bypassed them.

Dilaporkan oleh AI

Plans for a large data center complex in rural Utah have sparked public opposition due to concerns about energy use, water consumption and impacts on the Great Salt Lake.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak