Gen utama NANOG kendalikan awal perkembangan embrio manusia

Para peneliti telah mengidentifikasi gen NANOG sebagai sakelar kunci yang memulai program perkembangan yang menghasilkan sel-sel pembentuk tubuh manusia. Temuan ini diperoleh dari penyuntingan DNA yang presisi pada sel telur manusia yang telah dibuahi menggunakan penyuntingan basa CRISPR.

Kathy Niakan dari University of Cambridge memimpin penelitian ini, yang mengungkapkan bahwa NANOG memiliki peran yang berbeda pada manusia dibandingkan pada tikus. Ketika gen tersebut dinonaktifkan pada sel telur manusia yang didonasikan, tidak ada satu pun sel yang berkembang menjadi sel yang membentuk embrio itu sendiri. Embrio-embrio tersebut tetap terlihat normal di bawah mikroskop. Niakan mencatat bahwa hal ini dapat menjelaskan mengapa banyak embrio IVF gagal melakukan implantasi meskipun terlihat layak. Studi yang diterbitkan dalam Nature ini juga menunjukkan bahwa penyuntingan basa mengurangi beberapa risiko dibandingkan dengan metode CRISPR sebelumnya. Niakan menegaskan bahwa teknologi ini masih jauh dari penggunaan untuk menciptakan anak dengan penyuntingan gen.

Artikel Terkait

Microscopic image of C. elegans with visualized genetic clock proteins in a laboratory setting.
Gambar dihasilkan oleh AI

Cold Spring Harbor Lab scientists describe a non-repeating genetic “master clock” guiding C. elegans development

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Cold Spring Harbor Laboratory researchers report that a feedback circuit involving the proteins MYRF-1 and LIN-42 times organism-wide bursts of gene activity that help drive the roundworm C. elegans through its larval stages.

Researchers in New York have tested an improved gene-editing method on healthy human embryos donated for research. The study shows mixed success in making precise DNA changes while avoiding some unintended mutations.

Dilaporkan oleh AI

Bootstrap Bio and Manhattan Genomics, biotech firms launched last year to pursue human embryo editing for preventing serious diseases, have closed their doors. The companies cited financial difficulties and internal conflicts as reasons for the shutdowns. The developments highlight challenges in the controversial field of gene-edited babies.

A new study from Yale University shows that DNA inherited from extinct Denisovans continues to affect immune function and skeletal development in people from Near Oceania. Researchers sequenced genomes from 177 individuals across 12 populations and identified over 3,100 active genetic variants. The findings were published June 11 in the journal Science.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have magnetized cattle sperm using tiny beads, enabling them to be guided by external fields toward an egg. The method formed healthy embryos in lab tests at rates matching standard sperm. It aims to support future in vivo fertilization inside the body.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak