CRISPR
Peneliti UC San Diego menggambarkan sistem CRISPR mirip gene-drive yang dirancang untuk mengurangi resistensi antibiotik pada bakteri
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Peneliti di University of California San Diego melaporkan bahwa mereka telah mengembangkan sistem “Pro-Active Genetics” berbasis CRISPR generasi kedua, yang disebut pPro-MobV, yang dirancang untuk menyebar antar bakteri dan menonaktifkan gen resistensi antibiotik, termasuk di dalam biofilm yang sulit diobati.
Para peneliti telah mengidentifikasi gen NANOG sebagai sakelar kunci yang memulai program perkembangan yang menghasilkan sel-sel pembentuk tubuh manusia. Temuan ini diperoleh dari penyuntingan DNA yang presisi pada sel telur manusia yang telah dibuahi menggunakan penyuntingan basa CRISPR.
Dilaporkan oleh AI
Para peneliti di New York telah menguji metode penyuntingan gen yang telah ditingkatkan pada embrio manusia sehat yang didonasikan untuk keperluan penelitian. Studi tersebut menunjukkan keberhasilan yang beragam dalam melakukan perubahan DNA secara presisi sekaligus menghindari beberapa mutasi yang tidak diinginkan.
Metode cangkok baru dapat memungkinkan pengeditan gen pada tanaman seperti kakao, kopi, dan alpukat yang saat ini sulit dimodifikasi. Peneliti telah menunjukkan bahwa merekayasa batang bawah untuk menghasilkan komponen CRISPR dapat mengedit tunas dari tanaman yang tidak dimodifikasi. Pendekatan ini menjanjikan penerapan yang lebih luas untuk perbaikan genetik presisi dalam pertanian.
Dilaporkan oleh AI
Para ilmuwan telah menggunakan CRISPR untuk mengedit satu gen pada babi, membuat mereka sepenuhnya kebal terhadap demam babi klasik, penyakit menular yang merusak ternak. Terobosan ini dapat meningkatkan kesejahteraan hewan, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi emisi. Edit yang sama mungkin melindungi sapi dan domba dari virus terkait.