Startup asal Utah tumbuhkan sperma manusia di laboratorium untuk embrio

Paterna Biosciences, sebuah startup yang berbasis di Utah, menyatakan telah berhasil memproduksi sperma manusia fungsional dari sel punca di lingkungan laboratorium. Perusahaan tersebut menggunakan sperma hasil laboratorium ini untuk menciptakan embrio yang terlihat sehat secara visual. Pencapaian ini suatu hari nanti dapat membantu pria dengan masalah infertilitas tertentu untuk memiliki anak biologis.

Paterna Biosciences mengumumkan bahwa mereka telah mengidentifikasi instruksi tepat yang diperlukan untuk mengubah sel punca penghasil sperma menjadi sperma yang normal dan matang. Menurut perusahaan, proses ini menandai langkah signifikan dalam teknik reproduksi berbasis laboratorium. Perusahaan yang berbasis di Utah ini mengklaim bahwa sperma yang dihasilkan bersifat fungsional dan mampu melakukan pembuahan, sebagaimana dibuktikan oleh embrio yang diproduksi dalam eksperimen mereka. Embrio tersebut tampak sehat saat diperiksa secara visual, meskipun pengujian lebih lanjut mengenai viabilitasnya masih berlangsung. Pengembangan ini menargetkan tantangan infertilitas yang dihadapi pria, dan berpotensi menawarkan opsi baru untuk memiliki keturunan biologis. Paterna Biosciences memposisikan teknik ini sebagai solusi potensial untuk jenis infertilitas pria tertentu, yang dibangun di atas kemajuan dalam penelitian sel punca. Belum ada verifikasi independen atas hasil tersebut yang dirinci, namun klaim startup ini menyoroti kemajuan dalam solusi kesuburan bioteknologi.

Artikel Terkait

Researchers have magnetized cattle sperm using tiny beads, enabling them to be guided by external fields toward an egg. The method formed healthy embryos in lab tests at rates matching standard sperm. It aims to support future in vivo fertilization inside the body.

Dilaporkan oleh AI

Researchers in New York have tested an improved gene-editing method on healthy human embryos donated for research. The study shows mixed success in making precise DNA changes while avoiding some unintended mutations.

Researchers at the University of Cambridge have developed miniature lab-grown models of the human brain and spinal cord that show damaged nerve fibers can regain the ability to regrow under certain conditions.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have shown that rejuvenating muscle stem cells from old mice leads to larger muscle growth and improved recovery after injury. The approach could one day help older people regain strength and mobility. Experiments demonstrated clear benefits in leg function and tissue repair.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak