Meta luncurkan aplikasi Seller untuk Facebook Marketplace

Meta telah merilis aplikasi baru bernama Seller yang memberikan alat khusus bagi penjual profesional untuk mengelola penjualan di Facebook Marketplace. Aplikasi ini mengintegrasikan fitur AI untuk daftar produk serta menyediakan pelacakan inventaris dan kinerja. Aplikasi ini kini tersedia bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat.

Aplikasi Seller terhubung langsung dengan daftar produk, pesan, dan riwayat penjualan di Marketplace yang sudah ada. Pengguna dapat membuat daftar produk baru di aplikasi, yang kemudian akan muncul di Marketplace. Bagian beranda menampilkan tugas-tugas seperti barang yang harus dikirim dan pesan yang perlu dibalas.

Meta AI membantu membuat judul, deskripsi, saran harga, dan kategori setelah foto diunggah. Alat daftar produk massal memungkinkan penjual untuk memposting banyak barang sekaligus. Kotak masuk terpadu mengatur pesan pembeli berdasarkan barang terkait.

Wawasan kinerja menampilkan jumlah tayangan, klik, dan barang yang terjual. Aplikasi ini tersedia di iOS dan Android, dengan versi web yang sedang dalam tahap pengujian. Meta juga meluncurkan program Terverifikasi yang menggunakan pengenalan wajah berbasis AI bersamaan dengan aplikasi ini.

Facebook Marketplace menandai tahun kesepuluhnya dan mencapai lebih dari satu miliar pengguna bulanan, dengan 430 juta barang terdaftar setiap bulannya di seluruh dunia.

Artikel Terkait

Illustration of Meta's Muse AI generating images from Instagram profiles, highlighting deepfake concerns.
Gambar dihasilkan oleh AI

Meta Launches Muse Image AI Model With Instagram Prompts

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Meta has released its new Muse Image model for generating and editing AI images across its apps. The tool allows users to incorporate Instagram accounts into prompts, raising deepfake concerns for public profiles.

Meta has announced the global rollout of consumer subscription plans for Instagram, Facebook and WhatsApp. The move introduces new paid tiers aimed at power users, creators and businesses.

Dilaporkan oleh AI

Meta CEO Mark Zuckerberg announced during the company's first-quarter earnings call that it is developing personal AI agents for its smart glasses and business use. The agents aim to help users achieve personal goals and assist entrepreneurs. This builds on the newly released Muse Spark model from Meta's AI lab.

WIRED reported on June 4 that code for an unreleased facial recognition feature called NameTag was found in Meta's AI app. The feature is designed for the company's smart glasses but remains inactive.

Dilaporkan oleh AI

Meta announced Tuesday that Threads has reached 500 million monthly active users. The platform also introduced new community expansions and a personalization tool called Your Algo.

Meta introduced Instants on Wednesday, a new tool integrated with Instagram that allows users to send unedited photos that disappear after being viewed. The feature aims to enable spontaneous sharing similar to Snapchat and BeReal.

Dilaporkan oleh AI

Alex Schultz, Meta's chief data officer, described agentic commerce as a core future direction for the company during a CoinDesk Spotlight conversation. He highlighted rapid growth in business agents and the role of stablecoins in payments. Schultz also noted the potential of decentralized systems for verification.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak