Pendiri brand fesyen Thanksinsomnia, Mohan Hazian, mengakui melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang model melalui Instagram pada 12 Februari 2026. Ia menyatakan permintaan maaf secara terbuka dan mengundurkan diri dari seluruh jabatan di perusahaannya. Kasus ini bermula dari tudingan pelecehan seksual yang muncul di platform X pada 8 Februari 2026.
Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Mohan Hazian, pendiri Thanksinsomnia, mencuat pada 8 Februari 2026 melalui utas akun X @aarummanis. Seorang model mengaku menjadi korban tindakan tidak pantas dari Mohan selama bekerja sama dengan brand tersebut.
Pada 12 Februari 2026, Mohan mengumumkan pengakuannya melalui Instagram @mohanhazian. "Pada kesempatan kali ini saya, Mohan Hazian, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tidak pantas yang telah saya lakukan," tulisnya. Ia menegaskan bahwa perbuatannya melampaui batas profesional dan tidak dapat dibenarkan. Sebagai pertanggungjawaban, Mohan mundur dari seluruh jabatan, peran profesional, dan keterlibatan publik di Thanksinsomnia. Ia menerima tanggung jawab penuh, menghormati proses hukum potensial, dan berkomitmen pada evaluasi diri serta pendampingan profesional untuk mencegah kejadian serupa.
Perkembangan lain muncul dari Nindita Andini (@nindita di Threads), yang membagikan tangkapan layar percakapan September 2019 dengan seseorang diduga Mohan. Dalam chat tersebut, ada ajakan pemotretan analog di studio Thanksinsomnia hanya berdua, yang membuat Nindita merasa tidak nyaman dan menolak. "Memang sudah modusnya dari dulu ternyata," tulis Nindita.
Korban utama @aarummanis melaporkan nomor pribadinya bocor dan dihubungi perwakilan keluarga Mohan via WhatsApp, yang meminta pertemuan. Ia menolak, menyatakan hanya membagikan nomor ke talent scouter inisial S, dan sedang memproses pendampingan hukum. Hingga kini, tidak ada permintaan maaf resmi dari Mohan atau brand ke korban.
Diskusi publik juga menyentuh kasus serupa Gofar Hilman pada 2021, di mana tudingan pelecehan dibantah dan accuser mengaku delusi pada 2022. Dokter Tirta menekankan untuk berpihak pada korban terlebih dahulu.