Seorang ayah di New Hampshire didakwa dengan tuduhan mematahkan tulang bayi laki-lakinya

Drew Babcock menghadapi delapan dakwaan penganiayaan tingkat pertama setelah diduga melukai putranya yang berusia 3 bulan, menyebabkan sekitar 30 patah tulang termasuk kedua kakinya. Polisi mengatakan penganiayaan tersebut terjadi selama dua bulan karena bayi tersebut menderita sakit perut. Seorang hakim memerintahkan agar dia ditahan tanpa jaminan.

Pihak berwenang di Nashua, New Hampshire, menangkap Drew Babcock minggu lalu atas tuduhan yang berasal dari cedera serius yang dialami oleh anak laki-lakinya yang masih bayi. Departemen Kepolisian Nashua menerima surat dari Departemen Anak, Pemuda dan Keluarga pada 13 Maret tentang anak laki-laki berusia 3 bulan yang mengalami cedera serius. Penyelidikan oleh Divisi Investigasi Khusus menetapkan bahwa Babcock menyebabkan luka-luka tersebut, yang mengarah pada penahanannya pada hari Jumat menjelang dakwaan di Pengadilan Distrik Nashua. Dia menghadapi delapan dakwaan penyerangan tingkat pertama dengan kekerasan dalam rumah tangga, yang diklasifikasikan sebagai tindak pidana Kelas A, dan ditahan tanpa jaminan dengan penahanan preventif setelah hakim menganggapnya sebagai bahaya bagi masyarakat. Dokumen pengadilan merinci sekitar 30 patah tulang selama dua bulan, dimulai saat anak tersebut berusia sekitar 1 bulan, termasuk patah tulang paha dan tulang selangka, serta penumpukan cairan di paru-paru. Babcock dilaporkan mengatakan kepada para penyelidik bahwa bayinya mengalami kolik, yang membuatnya kehilangan kendali. Dia mengaku meremas bayi itu untuk mendiamkan tangisannya, menggunakan sekitar 50% tenaganya dua hingga tiga kali seminggu, dan mengatakan kepada istrinya yang terasing, "Saya rasa saya yang melakukannya. Asisten Jaksa Wilayah Hillsborough, Melissa Farr, menyatakan dalam persidangan, "Dia mengakui bahwa dia melakukan hal ini karena dia kehilangan kendali dan tidak mau berhenti menangis. Jaksa penuntut menyebut tuduhan itu 'sangat mengerikan'. Pengacara pembela Joseph Fricano meminta pembebasan dengan jaminan, dengan mengutip catatan bersih Babcock dan dinas militernya, dengan mengatakan, "Dia adalah seorang pria yang mampu mengikuti perintah.

Artikel Terkait

Dayne Paulson, a 23-year-old from Wisconsin, faces charges of repeated physical abuse of a child causing great bodily harm after allegedly inflicting severe injuries on his 27-day-old son. The infant suffered multiple skull fractures, broken bones, and other wounds that required intensive care. Paulson admitted to squeezing and striking the baby, crushing a Kleenex box in a demonstration for police.

Dilaporkan oleh AI

A Michigan man has been sentenced to 18 to 30 years in prison for inflicting severe injuries on his girlfriend's 8-month-old baby boy. The abuse, which caused a brain bleed and over 100 retinal hemorrhages, occurred while the man was babysitting the child. The case highlights the efforts of law enforcement and medical professionals in securing justice for vulnerable victims.

Christopher Jenkins, 26, faces capital murder charges after admitting to police that he threw his 7-week-old son onto a bed and shook him, leading to the boy's death in July 2025. The incident occurred at their apartment in Baytown, Texas. Jenkins demonstrated the actions using a special investigative doll during a police walkthrough.

Dilaporkan oleh AI

A Michigan couple and their adult son face charges of child abuse and torture after allegedly starving two boys, aged 9 and 11, to severe emaciation while confining them to a locked bedroom. The case came to light when one boy was hospitalized in critical condition in November 2025. Authorities describe the neglect as one of the worst they have encountered.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak