Pariwisata keluar Selandia Baru pulih kuat pada 2025, mencapai sekitar 3,11 juta pelancong akhir tahun. Paspor negara itu, peringkat keenam di Henley Passport Index 2026, memungkinkan akses bebas visa atau mudah ke 183 destinasi dunia. Mobilitas ini mendukung perjalanan rekreasi dan bisnis, didorong ikatan budaya dan aturan masuk yang disederhanakan.
Sektor perjalanan internasional Selandia Baru menunjukkan pemulihan kuat pada 2025, dengan perjalanan keluar mencapai sekitar 3,11 juta untuk tahun berakhir Desember, mendekati angka pra-pandemi. Pertumbuhan ini berasal dari antusiasme budaya untuk eksplorasi luar negeri, khususnya kunjungan ke teman dan kerabat di Australia dan Inggris. Paspor Selandia Baru yang kuat memfasilitasi tren ini dengan menawarkan masuk bebas visa, visa on arrival, atau otorisasi elektronik ke banyak negara. Menurut Henley Passport Index 2026, paspor Selandia Baru memiliki skor bebas visa 183, menempatkannya keenam dunia. Peringkat ini mencerminkan diplomasi stabil dan kesepakatan timbal balik dengan mitra global. Misalnya, warga Selandia Baru bisa masuk Wilayah Schengen hingga 90 hari dalam periode 180 hari, Inggris enam bulan, dan Australia via Special Category Visa untuk perjalanan, kerja, dan tempat tinggal tak terbatas. Di Asia, kebijakan bebas visa ke China berlaku hingga 2026 untuk hingga 30 hari, meningkatkan kunjungan secara signifikan sejak diperkenalkan 2024. Destinasi lain termasuk Jepang 90 hari, Singapura dan Malaysia 90 hari, Thailand 60 hari. Amerika menawarkan masuk ke Amerika Serikat dan Kanada dengan eTA, Meksiko 180 hari, dan berbagai negara Karibia. Afrika memberikan 90 hari di Afrika Selatan dan visa-on-arrival di negara seperti Mesir dan Kenya. Timur Tengah mencakup 90 hari di Uni Emirat Arab dan Turki. Oseania dan Kepulauan Pasifik tetap populer, dengan akses bebas visa ke Fiji, Kepulauan Cook, dan Vanuatu. Jangkauan luas ini meningkatkan peluang bisnis, seperti menghadiri konferensi global, dan kegiatan rekreasi seperti tur budaya di Eropa atau liburan pantai di Pasifik. Pelancong disarankan mengajukan eTA lebih dulu untuk destinasi seperti AS dan memeriksa kebijakan yang berubah.