Jamaah haji diminta waspada tujuh gejala penyakit utama

Petugas PPIH Debarkasi Medan mengimbau jamaah haji asal Sumatra Utara agar mewaspadai gejala penyakit setelah tiba di Indonesia.

Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Medan dr Zulfan Anshori menyampaikan imbauan tersebut saat penyambutan Kloter 06 di Asrama Haji Medan pada Senin 8 Juni 2026.

Tujuh gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare. Jamaah diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala tersebut.

Data PPIH mencatat 5.967 jamaah asal Sumatra Utara akan kembali melalui Bandara Internasional Kualanamu dari 2 hingga 21 Juni 2026. Mereka diimbau membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji dan memantau kondisi selama 21 hari serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Artikel Terkait

Indonesian Hajj pilgrims preparing for peak rites at Arafah in Saudi Arabia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Jamaah haji Indonesia selesaikan kedatangan jelang puncak haji 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Fase kedatangan jamaah haji reguler Indonesia di Arab Saudi telah berakhir pada Jumat 22 Mei 2026. Seluruh rombongan kini bersiap menghadapi puncak ibadah di Arafah.

Kementerian Haji dan Umrah Indonesia meningkatkan layanan akomodasi, transportasi, dan kesehatan bagi para jemaah menjelang puncak ibadah haji 1447 H.

Dilaporkan oleh AI

Sebanyak 161.591 jemaah haji reguler Indonesia kini telah terkonsentrasi di Kota Mekkah menjelang puncak ibadah haji di Armuzna. Seluruh jemaah yang sebelumnya berada di Madinah telah bergeser ke Mekkah.

Kementerian Haji dan Umrah mengambil langkah untuk memperpendek masa tunggu haji dan memanfaatkan penerbangan bagi pariwisata.

Dilaporkan oleh AI

The Kenya Medical Association has issued an urgent Ebola preparedness alert to doctors and healthcare workers amid rising cases in the region.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak