Pemerintah menyiagakan pos kesehatan dan ribuan petugas untuk mendukung jamaah haji Indonesia selama puncak ibadah di Arafah dan Mina.
Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan cepat dan optimal selama fase Armuzna.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf mengatakan sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik. Mereka menangani transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, dan pelindungan jamaah.
Jamaah Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap sejak Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan dilakukan dalam tiga gelombang pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi menjelang wukuf.
Maria mengimbau jamaah agar mematuhi jadwal, menjaga ketentuan ihram, dan saling peduli selama proses berlangsung.