Kenaikan permukaan laut dapat mengurangi penyimpanan karbon hutan bakau

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut dapat mengurangi kemampuan hutan bakau dalam menyimpan karbon selama satu abad ke depan. Para peneliti mengembangkan model yang menunjukkan bahwa meskipun beberapa wilayah mungkin mengalami keuntungan sementara, kapasitas penyimpanan secara keseluruhan kemungkinan akan menurun. Temuan ini menyoroti risiko hutan bakau yang beralih dari penyerap karbon menjadi sumber emisi.

Para peneliti di University of Exeter, bekerja sama dengan mitra di Kolombia dan Amerika Serikat, menciptakan model komputer yang menghubungkan aliran air, transpor sedimen, pertumbuhan bakau, dan penyimpanan karbon. Model tersebut memperhitungkan perubahan di seluruh hutan alih-alih hanya lokasi lapangan yang terisolasi. Dr. Arya Iwantoro, yang kini berada di University of Plymouth, mencatat bahwa studi lapangan sering kali menunjukkan peningkatan penyimpanan karbon seiring dengan kenaikan permukaan laut, tetapi mengatakan hal ini tidak mencerminkan respons hutan secara menyeluruh. Analisis terhadap skenario Intergovernmental Panel on Climate Change menemukan bahwa kenaikan permukaan laut yang lebih tinggi menyebabkan kerugian yang lebih besar. Luisa Fernanda Gómez Vargas menjelaskan bahwa hutan bakau memerlukan durasi banjir yang spesifik dan akan mati jika durasi tersebut terlampaui, sehingga menyebabkan erosi pada tanah yang kaya karbon. Dr. Barend van Maanen menekankan perlunya mempertimbangkan lanskap pesisir secara utuh dalam upaya perlindungan. Studi ini didanai oleh Natural Environment Research Council dan diterbitkan dalam jurnal Earth's Future.

Artikel Terkait

New research reveals that Brazil's cerrado savanna, often overshadowed by the Amazon rainforest, holds six times more carbon per hectare in its underground peat than the Amazon's biomass. This biodiverse ecosystem faces threats from climate change and expanding agribusiness. Protecting its wetlands could significantly aid global efforts to curb planet-warming gases.

Dilaporkan oleh AI

A recent study warns that New Orleans faces severe risks from sea level rise and suggests the city consider relocating inland. The research highlights challenges for Louisiana's seafood industry, which depends on coastal access. Critics argue such proposals overlook local realities and livelihoods.

Researchers at the University of Rochester have identified a key mechanism for methane production in the open ocean, driven by phosphate scarcity. The discovery, published in Proceedings of the National Academy of Sciences, suggests warming oceans could boost these emissions, creating a potential climate feedback loop. This resolves a long-standing puzzle about methane in oxygen-rich surface waters.

Dilaporkan oleh AI

Rivers worldwide are steadily losing dissolved oxygen, with climate change identified as the primary driver in a comprehensive new study. Nearly 80 percent of analyzed river systems have shown declines over four decades, hitting tropical regions hardest.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak