Kisah semut dan nabi sulaiman dalam alquran

Alquran menyebut semut sebagai salah satu hewan dalam kisah Nabi Sulaiman AS. Saat bepergian dengan pasukan besar, semut-semut panik dan bersembunyi agar tidak terinjak. Kisah ini diabadikan dalam Surah an-Naml ayat 18.

Nabi Sulaiman AS bukan hanya utusan Allah, tetapi juga raja bagi Bani Israil. Ia dianugerahi kekayaan luar biasa, ilmu, dan ilham, menjadikannya pemimpin cerdas, bijaksana, serta penegak keadilan.

Allah memberikan mukjizat kepadanya, termasuk kemampuan menundukkan angin, laut, dan binatang. Dengan itu, putra Nabi Daud AS dapat bepergian mengendarai angin dan memerintah jin serta burung-burung, misalnya dalam peperangan.

Suatu hari, Nabi Sulaiman AS melakukan perjalanan ke daerah kekuasaannya bersama pasukan besar yang terdiri dari manusia, jin, dan burung. Ia mengatur bala tentara: yang di depan menjaga batas, yang di belakang memastikan tak ada yang tertinggal.

Di tengah perjalanan, mereka memasuki lembah dengan banyak sarang semut. Melihat pasukan raksasa itu, para semut ketakutan akan terinjak. Ratu semut, yang disebut Jirsan, memerintahkan semut-semut masuk ke lubang mereka.

Kisah ini disebutkan dalam Alquran, Surah an-Naml ayat 18: "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."

Cerita ini menyoroti keistimewaan Nabi Sulaiman AS dalam memahami bahasa binatang, sebagaimana dianugerahkan oleh Allah.

Artikel Terkait

Minister Nasaruddin Umar speaking at Isra Miraj event in Istiqlal Mosque, highlighting prayer's social and environmental significance.
Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri Agama tekankan kesalehan sosial salat dalam peringatan Isra Miraj 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pidato dalam peringatan Isra Miraj tingkat nasional di Masjid Istiqlal Jakarta pada 15 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa salat, inti dari peristiwa Isra Miraj, tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga mengajarkan kepedulian sosial dan etika lingkungan. Pidato ini merespons berbagai ujian yang dihadapi masyarakat saat ini.

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa beberapa spesies semut mencapai kesuksesan evolusioner dengan menginvestasikan lebih sedikit pada perlindungan pekerja individu, memungkinkan koloni yang lebih besar. Diterbitkan pada 19 Desember 2025 di Science Advances, penelitian ini menganalisis lebih dari 500 spesies semut dan menghubungkan kutikula yang lebih tipis dengan masyarakat yang lebih besar dan tingkat diversifikasi yang lebih tinggi. Strategi ini mencerminkan pola yang lebih luas dalam evolusi sosial, dari serangga hingga kemungkinan paralel manusia.

Dilaporkan oleh AI

Majalah Bee Culture telah merilis kisah ulang whimsis dari mitos Perang Troya, mengganti kuda kayu raksasa berisi lebah untuk kuda tradisional. Cerita yang ditulis oleh Stephen Bishop ini memadukan legenda kuno dengan pengetahuan tentang peternakan lebah dalam narasi humoris. Ia mengeksplorasi tema kecerdikan dan romansa di tengah kekacauan perang fiktif.

Para peneliti telah menggunakan akselerator partikel sinkrotron, robotika, dan AI untuk membuat model 3D beresolusi tinggi dari semut dari 800 spesies. Proyek ini memindai 2.000 spesimen hanya dalam satu minggu, jauh lebih cepat daripada metode tradisional. Upaya ini, yang disebut Antscan, bertujuan membangun perpustakaan digital keanekaragaman hayati serangga.

Dilaporkan oleh AI

Semut petani jamur telah mengembangkan cara untuk menangkap karbon dioksida atmosfer dan memasukkannya ke dalam eksoskeleton mereka sebagai dolomit, mineral yang memperkuat zirah mereka dan mengatur kualitas udara sarang. Proses ini, yang diamati pada spesies dari Amerika Tengah dan Selatan, terjadi tanpa memerlukan suhu atau tekanan tinggi yang menantang sintesis laboratorium. Peneliti menyarankan bahwa ini bisa menginspirasi teknik penangkapan karbon manusia.

The fasting month of Ramadan is drawing to a close, but before that, Muslims observe the holy 'Night of Power' (Laylat al-Qadr). This night, considered more valuable than a thousand months, is when, according to Islamic tradition, the fates of the coming year are determined. Many believers devote the last ten nights to intense prayers to ensure they do not miss this special time.

Dilaporkan oleh AI

An Egyptian archaeological mission from the Supreme Council of Antiquities has uncovered a group of rock-cut tombs dating to the Old Kingdom at the Qubbet El-Hawa necropolis in Aswan. The Ministry of Tourism and Antiquities announced the discovery, noting the tombs include burial shafts and chambers. The site on the Nile's west bank ranks among Upper Egypt's key archaeological zones.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak