Anak perempuan korban banjir di Aceh menangis minta Al-Quran

Seorang anak perempuan di wilayah banjir Aceh menangis karena tidak mendapat Al-Quran saat dibagikan bingkisan jajanan oleh relawan. Pendongeng Awam Prakoso yang mendatangi lokasi pengungsian di Bireun dan Pidie Jaya merasa tersentuh oleh permintaan anak-anak yang lebih menginginkan buku dan tas sekolah. Ia berjanji akan mengirimkan Al-Quran untuk gadis kecil tersebut.

Pendongeng terkenal Awam Prakoso bersama tim relawan mengunjungi beberapa titik pengungsian di Bireun dan Pidie Jaya, Aceh, yang terdampak banjir. Mereka membagikan bingkisan berisi jajanan untuk anak-anak pengungsi. Namun, respons anak-anak justru mengejutkan: mereka bertanya tentang buku, tas sekolah, dan Al-Quran, bukan mainan atau camilan.

Salah satu momen menyentuh terjadi pada seorang anak perempuan bernama Putri. Ia menangis sesenggukan dan bersembunyi di belakang kaki ayahnya setelah mengetahui tidak kebagian Al-Quran. Awam berusaha menenangkannya dengan berjanji mengirimkan buku suci tersebut. "Dia minta Al Quran iya? Dikirim sama kakak mau nggak? Kalau habis nanti dikirim kakak yang bagus ya?" tanya Awam, seperti dikutip dari unggahannya di Instagram pada 15 Desember 2025.

Awam juga menghibur Putri dengan suara bebek sambil berkata, "Kenapa kok teriak-teriak mau Al Quran? Emang nggak kebagian ya? Oke nanti kakak kirim ya tos dulu tos dulu. Bismillahhirahmanirahim." Gadis kecil itu akhirnya tertawa. Pendiri Kampung Dongeng ini menulis bahwa banjir telah merusak atau menghanyutkan buku, tas, dan seragam sekolah anak-anak. Meski menghadapi musibah, semangat mereka untuk mengaji dan kembali belajar tetap tinggi.

"Beberapa titik di Bireun dan Pidie Jaya Aceh, kami menjumpai anak yang belum bisa kembali ke rumah. Buku, tas, dan seragam mereka hanyut atau rusak dibawa banjir. Bahkan ketika menerima jajanan yang mereka tanyakan justru sederhana namun menyentuh hati: ‘buku ada kak? tas sekolah ada? dan gadis kecil yang bersama saya ini walaupun sudah dapet bingkisan tapi menangis karena belum dapat Al Quran," tulis Awam. Ia berharap anak-anak korban banjir segera bisa belajar dan bermain lagi bersama teman-teman.

Artikel Terkait

Illustration of floods in Aceh: crying rescue worker amid devastation, police chief heroically evacuating elderly on banana stem raft, and looted supermarket with pleading employees.
Gambar dihasilkan oleh AI

Video viral tunjukkan keputusasaan dan kepahlawanan di tengah banjir aceh

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seorang anggota BPBD Aceh menangis dalam video viral saat menceritakan kesulitan menangani jenazah akibat akses terputus pasca banjir. Di Sumatera Utara, aksi penjarahan meninggalkan karyawan supermarket menangis memohon bantuan, sementara kapolsek heroik evakuasi lansia menggunakan batang pisang. Kisah-kisah ini menggambarkan dampak parah banjir dan longsor baru-baru ini di wilayah tersebut.

Tiga pekan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang, banyak warga masih belum mendapat bantuan, khususnya di daerah terisolir. Sebuah video yang viral menampilkan seorang pria lanjut usia menangis memohon pertolongan relawan untuk makanan, mengungkap kehancuran desanya akibat bencana pada 26 November lalu.

Dilaporkan oleh AI

Banjir hebat yang melanda Aceh sejak 26 November 2025 memutus akses ke wilayah terisolir, memaksa relawan menempuh perjalanan berbahaya dengan perahu kayu yang sering menabrak rintangan. Meski demikian, upaya penyaluran bantuan terus dilakukan, termasuk oleh TNI dan perusahaan seperti Pertamina, di tengah penurunan jumlah pengungsi di Sumatera.

Dompet Dhuafa Yogyakarta mengirimkan satu truk bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana di Sumatra pada Jumat (2/1/2026). Pengiriman ini merupakan kelanjutan dari aksi solidaritas 'Ngamen untuk Sumatera' bersama seniman dan musisi Yogyakarta. Bantuan akan disalurkan melalui tim di Sumatera Utara dan Aceh.

Dilaporkan oleh AI

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menyalurkan Rp32 miliar tunjangan khusus kepada 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Timur yang terdampak bencana. Tunjangan ini diberikan secara bertahap mulai Desember 2025 hingga Februari 2026 untuk mendukung layanan pendidikan darurat. Upaya ini bagian dari komitmen pemerintah memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi pasca-bencana banjir dan longsor yang menewaskan 1.137 orang.

Banjir yang melanda Sumatera merusak sekitar 70 ribu hektare sawah dan berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Pemerintah berjanji memulai pemulihan lahan pada Januari 2026, sementara bantuan pangan telah disalurkan. Dampak banjir juga mencakup kerusakan sekolah di Aceh dan kebutuhan akan perawatan higienis untuk mencegah penyakit.

Dilaporkan oleh AI

Pendakwah Gus Miftah memimpin acara doa bersama di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Acara ini diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk mendoakan pemulihan pascabencana di Sumatera dan keselamatan bangsa dari ancaman iklim ekstrem.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak