Lampu jalan menjebak kutu kayu dalam spiral kematian raksasa

Lampu jalan buatan menyebabkan ribuan kutu kayu membentuk "spiral kematian" melingkar yang besar di Israel utara. Perilaku ini didokumentasikan oleh para peneliti dari The Hebrew University of Jerusalem. Ini menandai kejadian pertama yang diketahui dari gerakan kolektif semacam itu pada isopoda yang hidup di tanah ini.

Penemuan ini bermula ketika naturalis amatir Eviatar Itzkovich mengamati kelompok isopoda yang berputar-putar pada malam musim panas di Dataran Tinggi Golan. Mahasiswa PhD Idan Sheizaf, di bawah bimbingan Prof. Ariel Chipman, memimpin studi mengenai spesies Armadillo sordidus. Eksperimen menunjukkan bahwa berkas cahaya putih menciptakan batas melingkar yang menarik hewan-hewan tersebut ke dalam formasi berputar yang terdiri dari lebih dari 5.000 individu. Magnet dan sinar ultraviolet tidak memberikan efek apa pun, yang mengonfirmasi bahwa geometri pencahayaan lampu jalan memicu respons tersebut. Sebagian besar peserta adalah betina dan banyak yang membawa telur, sehingga mengesampingkan perkawinan sebagai penyebabnya. Studi ini juga mencatat spesies tersebut untuk pertama kalinya di Lembah Jezreel. Para peneliti mencatat bahwa spiral tersebut dapat membuat isopoda terpapar predator, seperti kelabang, dan membuang energi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Idan Sheizaf menyatakan bahwa kumpulan cahaya melingkar berinteraksi dengan naluri hewan-hewan tersebut sehingga menghasilkan fenomena yang tidak disengaja ini.

Artikel Terkait

Photorealistic illustration of invasive flatworms including the Asian hammerhead worm discovered in Sweden.
Gambar dihasilkan oleh AI

Two invasive flatworms discovered in Sweden

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Two new species of invasive flatworms have been discovered in Sweden, according to the Swedish Museum of Natural History. One is the Asian hammerhead worm that can grow up to 40 centimeters long.

Researchers from South American institutions have identified a new spider species, Pikelinia floydmuraria, named after the band Pink Floyd and its habitat on building walls. Despite measuring just 3 to 4 millimeters, the spider hunts ants up to six times its body size and targets urban pests like mosquitoes and flies. The findings appear in the journal Zoosystematics and Evolution.

Dilaporkan oleh AI

A newly identified spider in the rainforests of Queensland, Australia, constructs a conical snare that launches green tree ants upward into its web. The trap generates forces equivalent to 130 times gravity. Researchers documented the mechanism through high-speed filming in early 2023.

A new study from Lund University shows that moonlight is crucial for the migratory bird, the red-necked nightjar. The bird's feeding, migration, and breeding are entirely governed by the moon's cycle. Researchers highlight the vulnerability of nocturnal animals to changes in light environments.

Dilaporkan oleh AI

Scientists observed a rare tropical katydid changing color from bright pink to green over 11 days in Panama. The transformation helps the insect mimic young rainforest leaves that start pink before maturing green. Researchers describe it as a survival strategy rather than a mutation.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak