Studi menemukan konsumen bersedia membayar lebih untuk anggur hasil adaptasi iklim

Penelitian baru dari Cornell University menunjukkan bahwa konsumen anggur bersedia membayar lebih untuk botol yang dibuat dengan strategi adaptasi iklim, bahkan ketika perubahan tersebut mengubah varietas anggur atau wilayah tradisional.

Para peneliti memeriksa tiga pendekatan bagi produsen anggur yang menghadapi suhu lebih hangat: memasang kain peneduh, beralih ke varietas anggur tahan panas, dan merelokasi kebun anggur ke daerah yang lebih sejuk. Dalam semua kasus, peserta survei menyatakan bahwa mereka akan menerima harga yang lebih tinggi jika adaptasi tersebut dijelaskan pada label atau melalui informasi lainnya.

Relokasi terbukti menjadi pilihan yang paling tidak populer di antara 300 responden, yang sebagian besar adalah orang dewasa berpendidikan perguruan tinggi di bawah usia 40 tahun yang mengaku peduli terhadap isu-isu lingkungan. Meski begitu, para peserta menyatakan bahwa mereka tetap akan membayar lebih, bahkan untuk anggur yang kehilangan nama wilayah yang sudah dikenal seperti Napa Valley.

Alex Susskind, seorang profesor Cornell dan salah satu penulis studi tersebut, mencatat bahwa perubahan harus menarik bagi pembeli agar bisa sukses di pasar. Pakar industri Jimena Balic dan Greg Jones menyebut temuan tersebut bermanfaat, namun menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai edukasi konsumen dan biaya yang lebih luas dari dampak iklim.

Artikel Terkait

A new Yale survey finds that two-thirds of U.S. voters link global warming to higher living expenses. Most Democrats and moderate Republicans share this view, with many citing increases in groceries, utilities, and insurance. The findings come amid a recent inflation spike reported by the Commerce Department.

Dilaporkan oleh AI

Carsten Schneider commented on Sunday about the recent heat records and the consequences of water shortages for the economy.

Dozens of researchers are urging city leaders worldwide to treat urban forests as essential infrastructure rather than optional amenities. In an essay published in PLOS Climate, they argue that planting and maintaining trees must become a legal requirement to address rising temperatures, flooding, and health issues.

Dilaporkan oleh AI

New research on Australian native bees indicates that species nesting in plant stems are the most exposed to rising temperatures from climate change. Underground-nesting bees appear better able to avoid extreme heat. Tropical species also show particular vulnerability despite adaptations to warm conditions.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak