Seorang pemilik Tesla Model X membagikan detail penghematan besar dari fasilitas Supercharger gratis selama satu bulan. Pengemudi mengumpulkan sekitar $200 dalam biaya yang dihindari setelah menempuh 1.500 mil. Insentif semacam itu, yang dulu umum untuk pembeli baru, kini sebagian besar dihentikan.
Di era ketika kendaraan listrik mulai populer, Tesla sering menawarkan akses Supercharger gratis untuk menarik pembeli. Fasilitas ini berkisar dari uji coba jangka pendek hingga manfaat seumur hidup, membantu mengimbangi biaya pengisian cepat yang lebih tinggi dibandingkan opsi rumahan. Salah satu penerima manfaat baru-baru ini menceritakan pengalamannya dengan Tesla Model X 100D. Selama satu bulan penuh, pemilik tersebut menikmati penggunaan Supercharger gratis, yang terbukti sangat berharga mengingat efisiensi jaringan untuk perjalanan jarak jauh. Selama 1.500 mil yang ditempuh, ia menghindari biaya pengisian sekitar $200. Angka ini mencerminkan tarif saat ini, di mana Supercharging bisa berbiaya antara $0,40 hingga $0,60 per kilowatt-jam, terutama saat jam puncak di area permintaan tinggi—naik dari harga sebelumnya $0,20 hingga $0,30 per kWh. Penghematan ini menyoroti mengapa insentif tersebut menarik saat mobil listrik masih kurang mainstream. Diperkenalkan bersamaan dengan model seperti Roadster 2008, insentif tersebut membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap infrastruktur Tesla. Namun, seiring kendaraan listrik menjadi meluas, dengan penjualan global melebihi 10 juta unit pada 2023, fasilitas gratis semacam itu telah hilang. Tesla kini membebankan biaya Supercharging pada sebagian besar kendaraan, sejalan dengan kenaikan biaya operasional. Kisah pemilik ini, yang dibagikan melalui media otomotif, menggarisbawahi evolusi ekonomi kepemilikan kendaraan listrik. Meskipun pengisian di rumah tetap lebih murah, Supercharger menawarkan kecepatan dan kenyamanan tak tertandingi untuk perjalanan jalan raya, menjadikan akses gratis sementara sebagai keuntungan yang patut dicatat pada masanya.