Presiden AS Donald Trump menyatakan akan berbicara dengan Elon Musk untuk memulihkan internet di Iran yang diputus pemerintah di tengah protes sejak 28 Desember 2025. Protes ini merupakan yang terbesar sejak 2022, dipicu kenaikan harga dan menentang rezim ulama. Trump memuji kemampuan Musk melalui perusahaan SpaceX-nya.
Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk menghubungi Elon Musk guna menyediakan layanan Starlink di Iran, setelah pemerintah setempat memutus akses internet sejak 8 Januari 2026. Pemadaman ini terjadi di tengah protes anti-pemerintah yang dimulai pada 28 Desember 2025, akibat kenaikan harga yang melonjak, dan kini menargetkan penguasa ulama sejak Revolusi Islam 1979.
"Dia (Musk) sangat mahir dalam hal semacam itu. Dia juga memiliki perusahaan (SpaceX yang membawahi Starlink) yang sangat bagus," kata Trump, dikutip Reuters pada Senin, 12 Januari 2026.
Elon Musk dan SpaceX belum merespons permintaan komentar. Hubungan Trump dan Musk sempat tegang setelah Musk mendanai kampanye Pilpres 2024 Trump, tetapi berselisih soal undang-undang pajak tahun lalu. Keduanya baru-baru ini berdamai, termasuk makan malam di Mar-a-Lago, Florida.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth dijadwalkan mengunjungi fasilitas SpaceX di Texas pada 13 Januari 2026. Musk sebelumnya mendukung Starlink untuk Iran pada protes 2022 pasca-kematian Mahsa Amini, bekerja sama dengan Presiden Joe Biden. Starlink juga digunakan di Ukraina, meski Musk pernah memerintahkan penutupan selama serangan Ukraina pada 2022.
Protes saat ini menghambat arus informasi, mirip situasi 2022.