Where does money go when buying stocks?

Buying stocks on the Philippine Stock Exchange usually means paying another investor in a secondary trade, not the company directly. Companies receive public money only during initial public offerings or follow-on offerings. Trades influence share prices but do not directly fund corporate accounts.

Lance Spencer Yu explains that most stock market trades are secondary transactions. For instance, purchasing Ayala Corporation (AC) shares means the seller receives the payment, not Ayala itself. Sellers could include retail investors taking profits, funds rebalancing, foreign investors exiting, or employees needing cash for tuition or a house down payment. The Philippine Stock Exchange (PSE) matches buyers and sellers, with shares being fungible. This allows billions of pesos in Ayala shares to trade daily without fresh capital reaching the company, though prices are affected. Companies gain direct funds only when issuing new shares publicly, such as in initial public offerings (IPOs). IPO purposes include raising capital for expansion, debt repayment, projects, acquisitions, or enabling early investors to cash out. Examples: Monde Nissin’s 2021 IPO raised P48.6 billion; Maynilad’s 2025 IPO up to P34 billion. Many IPOs mix primary new shares and secondary existing ones, like Converge’s potential P40 billion deal. Follow-on offerings also provide funds, as with San Miguel Corporation (SMC)’s October 2025 issuance of P30 billion for refinancing and infrastructure. Daily secondary trades indirectly benefit companies by supporting strong stock prices and liquidity for future issuances.

Artikel Terkait

Split-scene illustration of BSE trading floor showing high-priced stocks' divergent FY26 performance: laggards crashing amid global tensions, gainers surging.
Gambar dihasilkan oleh AI

Saham-saham BSE dengan harga tinggi berbeda dalam kinerja FY26

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Di antara 68 saham berharga tinggi yang diperdagangkan di atas Rs 5.000 di BSE, FY26 telah membawa lebih banyak penurunan dibandingkan kenaikan di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik. Enam saham penghambat terbesar turun 25-40%, sementara saham-saham peraih keuntungan terbesar melonjak 40-130%. Kepemilikan institusional bervariasi di seluruh saham ini.

Ledakan IPO di India membuat perusahaan-perusahaan baru memprioritaskan pembayaran utang daripada proyek-proyek pertumbuhan. Hampir seperempat dana dari penjualan saham baru-baru ini digunakan untuk melunasi pinjaman, melebihi alokasi untuk belanja modal. Tren ini menunjukkan fokus pada penguatan neraca keuangan dan penyediaan likuiditas untuk orang dalam.

Dilaporkan oleh AI

Ketegangan yang meningkat di Asia Barat dan volatilitas di pasar ekuitas mendorong perusahaan India menunda penawaran umum perdana mereka. Perusahaan memilih menunggu kondisi yang lebih stabil daripada melanjutkan dengan valuasi yang berpotensi lebih rendah. Sikap hati-hati ini mencerminkan kekhawatiran tentang minat investor yang lesu di pasar sekunder.

Pasar perdana India akan mengalami minggu yang lesu, dengan hanya Leapfrog Engineering Services yang membuka penawaran. Tiga perusahaan—Mehul Telecom, Citius Transnet InvIT, dan Property Share Investment Trust—dijadwalkan untuk mencatatkan saham setelah penawaran mereka baru-baru ini. Tidak adanya premi pasar abu-abu menandakan sentimen investor yang berhati-hati dan ekspektasi debut yang stagnan.

Dilaporkan oleh AI

Top managers at German companies sold hardly any of their firm's shares in April, instead buying heavily in some. Professor Olaf Stotz from Frankfurt School observes a 'certain basic optimism' among executives and supervisory boards. This emerges from an analysis of insider deals for Handelsblatt.

Pasar saham India mencatatkan kenaikan signifikan pada hari Rabu, didorong oleh harapan akan perdamaian di Asia Barat dan penurunan harga minyak. NSE Nifty dan BSE Sensex naik cukup besar sepanjang hari, meskipun beberapa keuntungan berkurang menjelang penutupan. Indeks sektoral berakhir lebih tinggi di semua lini di tengah sentimen investor yang berhati-hati.

Dilaporkan oleh AI

Pasar saham India telah melakukan rebound yang hati-hati setelah aksi jual yang tajam di bulan Maret. Reli ini, yang didorong oleh aksi jual dan pembelian institusional domestik, menghadapi keraguan di tengah-tengah penjualan investor asing yang sedang berlangsung. Para trader menunggu kejelasan mengenai konflik Asia Barat sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak