Astrobiologi

Ikuti

Peneliti dari New York University Abu Dhabi telah mengungkap bukti bahwa air mengalir di bawah permukaan Mars miliaran tahun lalu, yang berpotensi mempertahankan kondisi layak huni lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Analisis bukit pasir kuno di Kawah Gale, yang dipelajari oleh rover Curiosity milik NASA, menunjukkan mineral yang ditinggalkan oleh air tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan bawah permukaan mungkin melindungi kehidupan mikroba setelah air permukaan menghilang.

Dilaporkan oleh AI

Ilmuwan telah mengembangkan tes berdasarkan reaktivitas asam amino yang dapat mengidentifikasi kehidupan alien yang berbeda dari organisme berbasis Bumi. Pendekatan ini menganalisis perbedaan energi molekul untuk membedakan sampel hidup dari non-hidup dengan akurasi tinggi. Alat ini dapat membantu misi masa depan ke Mars atau bulan-bulan Saturnus.

Pandangan segar terhadap data dari misi Cassini NASA menunjukkan bahwa bulan terbesar Saturnus, Titan, kemungkinan tidak memiliki samudra subpermukaan yang luas dan malah memiliki interior berlumpur dengan kantong-kantong air cair terisolasi. Temuan ini menantang asumsi sebelumnya dan dapat membentuk ulang pencarian kehidupan di dunia berlapis es. Peneliti mempublikasikan hasil mereka pada 17 Desember di jurnal Nature.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa miliaran tahun lalu, atmosfer muda Bumi secara alami menghasilkan molekul berbasis sulfur yang esensial untuk kehidupan, menantang asumsi sebelumnya. Peneliti dari University of Colorado Boulder mensimulasikan kondisi kuno dan menemukan produksi asam amino seperti sistein dan taurin. Penemuan ini menyiratkan bahwa planet mungkin sudah dilengkapi dengan blok bangunan kehidupan sebelum organisme muncul.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak