Materi Gelap

Ikuti

Tim dari University of Arizona telah menentukan bahwa gerakan bintang yang kacau di Awan Magellan Kecil diakibatkan oleh tabrakan dengan Awan Magellan Besar ratusan juta tahun yang lalu. Tabrakan ini mengacaukan struktur galaksi dan menciptakan ilusi gas yang berputar. Temuan yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal ini menantang peran SMC sebagai contoh galaksi.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan yang dipimpin oleh Fumihiro Naokawa telah mengembangkan metode baru untuk mengukur birefringence kosmik secara lebih tepat, yaitu rotasi halus dalam polarisasi latar belakang gelombang mikro kosmik. Analisis mereka menunjukkan bahwa sudut birefringence mungkin melebihi perkiraan sebelumnya yaitu 0,3 derajat karena ambiguitas fase. Temuan yang dipublikasikan di Physical Review Letters ini dapat membantu dalam menyelidiki fisika baru yang berkaitan dengan materi gelap dan energi gelap.

Simulasi komputer baru menunjukkan bahwa sinyal radio lemah dari zaman kegelapan alam semesta awal bisa membawa jejak materi gelap yang terdeteksi. Peneliti dari universitas Jepang memprediksi variasi pada sinyal 21-sentimeter ini yang mungkin mengungkap sifat zat tak terlihat tersebut. Teleskop radio bulan mungkin segera menangkap gema ini untuk menyelidiki misteri kosmik.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di Perimeter Institute telah menciptakan alat komputasi baru untuk memodelkan materi gelap yang berinteraksi sendiri, mengatasi kekurangan dalam simulasi sebelumnya. Inovasi ini memungkinkan studi yang lebih cepat dan akurat tentang bagaimana materi gelap tersebut memengaruhi pembentukan galaksi. Karya ini, yang diterbitkan di Physical Review Letters, dapat mengungkap wawasan tentang struktur kosmik dan asal-usul lubang hitam.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak