Peneliti mendeteksi kemungkinan awan materi gelap dekat tata surya

Astronom telah mengidentifikasi apa yang tampak seperti awan materi gelap besar sekitar 3.000 tahun cahaya dari tata surya kita. Menggunakan pengamatan pulsar, tim yang dipimpin Sukanya Chakrabarti mendeteksi efek gravitasi yang menunjukkan objek dengan massa 60 juta kali massa matahari. Ini bisa menjadi sub-halo pertama seperti itu yang ditemukan di Bima Sakti.

Galaksi seperti Bima Sakti diduga dikelilingi oleh halo materi gelap, dengan sub-halo yang lebih kecil tersebar di seluruhnya. Struktur tak kasat mata ini sulit dideteksi karena materi gelap tidak memancarkan atau berinteraksi dengan cahaya, hanya memengaruhi materi biasa melalui gravitasi. Untuk menemukannya, Sukanya Chakrabarti dari University of Alabama in Huntsville dan rekan-rekannya menggunakan pulsar—bintang neutron yang berputar cepat yang berfungsi sebagai jam kosmik yang presisi. Dengan mengamati perubahan orbit pasangan pulsar, mereka mengukur percepatan yang disebabkan oleh objek masif terdekat. Sekitar 3.000 tahun cahaya jauhnya, mereka melihat tarikan tidak biasa pada pasangan pulsar dan pulsar individu di sekitarnya. «Ada satu pasangan pulsar dan pulsar [individu] di sekitarnya – ada sesuatu di bagian langit ini yang menarik semua pulsar ini ke arah aneh yang tidak kami duga,» kata anggota tim Philip Chang dari University of Wisconsin-Milwaukee. Analisis mengungkapkan bahwa objek tersebut membentang beberapa ratus tahun cahaya dan memiliki massa setara 60 juta matahari. Peta bintang tampak, gas, dan materi barionik lainnya tidak menunjukkan fitur yang sesuai, menunjuk ke materi gelap sebagai pelaku yang mungkin. Namun, para peneliti mencatat bahwa konfirmasi belum pasti. Sub-halo potensial ini mungkin unik di lingkungan galaksi kita. «Mungkin hanya ada satu atau dua secara lokal, tapi itu tergantung pada model materi gelap,» komentar Alice Quillen dari University of Rochester. Tim Chakrabarti bertujuan untuk memetakan lebih banyak sub-halo di seluruh galaksi untuk menyelidiki sifat materi gelap. «Tujuan kami adalah memetakan sebanyak mungkin sub-halo ini di seluruh galaksi, dan kami baru saja mulai bisa melakukannya. Kemudian tujuan akhir adalah memahami sifat materi gelap,» katanya. Biner pulsar langka, hanya 27 yang diamati dengan presisi cukup untuk pengukuran seperti itu, membatasi deteksi hingga saat ini. Upaya sedang dilakukan untuk menggunakan penanda yang lebih melimpah untuk pemetaan yang lebih luas.

Artikel Terkait

Astronom mungkin telah melihat sekilas materi gelap melalui emisi sinar gamma yang terdeteksi oleh teleskop Fermi NASA. Studi yang dipimpin Tomonori Totani menunjukkan sinyal ini berasal dari partikel masif berinteraksi lemah yang bertabrakan di Bima Sakti. Meskipun menjanjikan, temuan ini memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk mengonfirmasi keberadaan materi gelap.

Dilaporkan oleh AI

Astronom telah menghasilkan peta materi gelap paling rinci hingga saat ini menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA, mengungkap bagaimana zat tak kasat mata ini membentuk pembentukan galaksi dan planet. Penelitian yang melibatkan tim dari Universitas Durham, Jet Propulsion Laboratory NASA, dan École Polytechnique Fédéral de Lausanne Swiss ini diterbitkan di Nature Astronomy. Peta ini menyoroti peran gravitasi materi gelap dalam menarik materi biasa sejak awal hari alam semesta.

Para ilmuwan mengusulkan bahwa partikel materi gelap bergerak mendekati kecepatan cahaya segera setelah Big Bang, menantang pandangan lama tentang materi gelap dingin. Asal panas ini memungkinkan partikel mendingin tepat waktu untuk membentuk galaksi. Temuan ini berasal dari peneliti di University of Minnesota dan Université Paris-Saclay.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan telah mengukur langsung massa dan jarak planet mengambang bebas yang melayang di Bima Sakti, menggunakan pengamatan simultan dari Bumi dan luar angkasa. Planet tersebut, dengan massa mirip Saturnus, kemungkinan terbentuk di sekitar bintang sebelum terlontar ke ruang antarbintang. Penemuan ini menyoroti metode baru untuk mempelajari objek sulit ini.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak