Astronom telah mengamati sistem langka di mana tiga lubang hitam supermasif di galaksi yang sedang bergabung menyatu menjadi satu. Ketiga lubang hitam tersebut sedang menyerap materi secara aktif dan memancarkan gelombang radio, memberikan sekilas pandangan unik ke dalam penggabungan kosmik yang kompleks. Penemuan ini, yang dipimpin oleh peneliti menggunakan observatorium radio, menerangi bagaimana objek masif tersebut tumbuh.
Penemuan ini melibatkan tiga galaksi, masing-masing memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, yang sedang bertabrakan untuk membentuk satu galaksi raksasa. Penggabungan semacam itu dianggap kunci untuk pertumbuhan lubang hitam supermasif, yang hanya dapat dideteksi ketika mereka secara aktif menyerap materi dan memancarkan cahaya. Namun, peristiwa ini singkat dibandingkan dengan umur miliaran tahun lubang hitam, sehingga sulit diamati. Sebelumnya, astronom hanya mengidentifikasi sekitar 150 pasang lubang hitam yang bergabung.
Emma Schwartzman di US Naval Research Laboratory di Washington DC, bersama timnya, menemukan sistem triple ini. Lubang hitam dideteksi melalui gelombang radio frekuensi rendah yang menembus debu yang mengaburkan. Pengamatan berasal dari Very Long Baseline Array di Hawaii dan Very Large Array di New Mexico, mengonfirmasi bahwa sinyal berasal dari lubang hitam bukan aktivitas bintang di galaksi.
"Semakin banyak galaksi yang terlibat, semakin langka sistemnya," catat Schwartzman. Ia menyoroti kebaruan: "Yang benar-benar menarik adalah ketiga [lubang hitam] ini memancarkan di rezim radio, yang belum pernah kami lihat sebelumnya." Galaksi menunjukkan tanda-tanda interaksi awal, dengan dua terpisah 70.000 tahun cahaya dan yang ketiga 300.000 tahun cahaya.
Isabella Lamperti di University of Florence di Italia menunjukkan tahap awal penggabungan tersebut. Emma Kun di Ruhr University Bochum di Jerman menggambarkannya sebagai "seperti menangkap momen akhir dari opera sabun penggabungan galaksi." Mensimulasikan penggabungan tiga lubang hitam menantang, tapi pengamatan ini akan membantu fisikawan memahami dinamikanya. "Ini langkah pertama untuk menemukan fisika tentang sistem tersebut," tambah Kun.
Temuan muncul di Astrophysical Journal Letters (DOI: 10.3847/2041-8213/ae2002).