Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (28/4/2026) karena tekanan jual. IHSG sebelumnya ditutup turun 0,32 persen di level 7.106,52. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, merekomendasikan lima saham potensial untuk dicermati investor.
Jakarta (28/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mengalami penurunan lanjutan pada sesi perdagangan Selasa ini akibat tekanan jual yang masih berlanjut. Sebelumnya, pada Senin, IHSG ditutup anjlok 0,32 persen ke posisi 7.106,52.
Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menyatakan bahwa tekanan jual dapat berlanjut jika IHSG tetap di bawah resisten minor 7.277. "Target koreksi terdekat yakni untuk menguji support Fibonacci 7.042 sekaligus mengisi secara penuh area gap yang tercipta pada 8 April silam," ujar Ivan dalam riset hariannya.
Ia mematok level support di 7.042, 6.838, dan 6.727, serta resisten di 7.277, 7.403, dan 7.582. Selain itu, Ivan menyoroti beberapa emiten yang berpotensi tampil solid, termasuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan rekomendasi Trading Buy di area beli 10.400-10.650 dan target 11.525.
Rekomendasi lainnya mencakup PT Indosat Tbk (ISAT) Speculative Buy di 1.770-1.840 dengan target 2.130; PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Buy on Weakness di 2.400-2.460 menuju 2.790; PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) di 1.610-1.650 dengan target 1.810; serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di 1.830-1.870 menuju 1.995.