Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 37 poin atau 0,45 persen menjadi 8.318 pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Meski demikian, analis memprediksi koreksi berlanjut ke level 8.200-8.250 akibat ketidakpastian tarif AS di bawah Presiden Donald Trump. Sentimen global dari China dan Eropa juga memengaruhi prospek pasar saham Indonesia.
Pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, IHSG menguat 37 poin atau 0,45 persen ke level 8.318, setelah penutupan sebelumnya anjlok 1,37 persen di 8.280,33. Analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa momentum penguatan histogram MACD mulai melemah dengan pembentukan Death Cross Stochastic RSI di area overbought. "Sehingga diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.200-8.250," dikutip dari riset Phintraco Sekuritas.
Sentimen pasar diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif AS dan prospek suku bunga AS yang ketat. Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump dijadwalkan berpidato di Kongres AS mengenai kondisi negara dan rencana kebijakan. Dari China, bank sentral mempertahankan Loan Prime Rate 1 tahun di 3 persen dan 5 tahun di 3,5 persen untuk Februari 2026. Di Eropa, GfK Consumer Confidence Jerman Maret 2026 diperkirakan -23,8 dari -24,1, sementara inflasi Euro Area Januari 2026 melambat ke 1,7 persen year-on-year dari 2 persen.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan koreksi awal sebagai subwave ii, diikuti rebound agresif menuju 8.527 ke atas. Level support ditetapkan di 8.160, 7.989, dan 7.835, dengan resistance di 8.527, 8.812, dan 8.992. Rekomendasi saham meliputi PT Astra International Tbk (ASII) dengan buy on weakness di 6.000-6.200 target 7.100; PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) buy 7.000-7.150 target 8.175; PT Indosat Tbk (ISAT) hold target 2.480; PT Bukit Asam Tbk (PTBA) trading buy 2.550-2.580 target 2.730; serta PT United Tractors Tbk (UNTR) target 320.000.
"Setelah berakhirnya koreksi subwave ii ini maka harusnya IHSG akan menguat lagi dengan lebih agresif menuju 8.527 ke atas," kata Ivan Rosanova.