Realistic depiction of Jakarta Stock Exchange trading floor showing slight IHSG rebound to 8,019.54 led by surging energy sector amid rupiah strengthening.
Realistic depiction of Jakarta Stock Exchange trading floor showing slight IHSG rebound to 8,019.54 led by surging energy sector amid rupiah strengthening.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG rebound tipis di sesi pertama dipimpin sektor energi

Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,71 poin atau 0,03 persen menjadi 8.019,54 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, menghentikan tren koreksi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,46 persen, diikuti oleh saham-saham unggulan seperti PTBA dan AADI. Rupiah juga menguat sedikit ke Rp 16.863 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, IHSG sempat naik 15 poin atau 0,19 persen ke level 8.032, setelah mencapai puncak 8.091 dan terendah 7.979. Kenaikan ini menghentikan koreksi sebelumnya yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, serta kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kekhawatiran pasokan energi global.

Sesi pertama ditutup naik tipis 2,71 poin ke 8.019,54, dengan nilai transaksi Rp 18,12 triliun, volume Rp 25,72 miliar, dan 1,76 juta transaksi. Sektor energi naik 1,46 persen, industri 0,99 persen, serta konsumer non-siklikal 0,49 persen. Sebaliknya, sektor bahan baku turun 1,78 persen, teknologi 0,56 persen, dan infrastruktur 0,49 persen.

Tiga saham top gainers di indeks LQ45 adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 6,91 persen ke 2.940, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,30 persen ke 10.425, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 4,22 persen ke 2.470.

Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang 8.000-8.050 pada sesi kedua. Sementara itu, rupiah hingga pukul 09.01 WIB berada di Rp 16.863 per dolar AS, menguat 5 poin dari Rp 16.868, didukung penguatan PMI manufaktur ke 53,8 pada Februari 2026.

Di pasar global, bursa Asia-Pasifik mayoritas anjlok, seperti Nikkei 225 turun 1,4 persen, sementara Wall Street rebound dengan S&P 500 naik 0,04 persen, didorong penurunan harga minyak dan kenaikan saham teknologi.

Artikel Terkait

Bustling Jakarta Stock Exchange floor celebrating IHSG rise to 8,604.59 amid sector gains and rupiah strength.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG menguat ke level 8.600 pada sesi pertama 2 Desember

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65 persen atau 55 poin menjadi 8.604,59 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor industri dan siklikal, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,81 persen atau 67,04 poin pada sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, mencapai level 8.255,18. Penurunan ini terjadi meskipun pembukaan menguat tipis, sementara nilai tukar rupiah menguat ke kisaran Rp 16.744 per dolar AS. Analis memperingatkan potensi koreksi lebih lanjut dengan support penting di level 8.200.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pada rekor tertinggi 8.602,13 pada Rabu, 26 November 2025, naik 0,94 persen. Pembukaan Kamis pagi menunjukkan penguatan tipis ke 8.611, meski ada potensi koreksi terbatas. Sentimen positif datang dari fondasi ekonomi Indonesia yang solid dan kenaikan bursa global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,13 persen atau 10 poin ke level 8.656 pada perdagangan Selasa, 23 Desember 2025. Phintraco Sekuritas memprediksi penguatan menuju 8.700, sementara analis Binaartha Sekuritas memperkirakan kelanjutan tren koreksi dengan potensi rebound.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen menjadi 9.072,29 pada Kamis pagi ini, di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman terhadap independensi bank sentral AS The Fed akibat serangan Presiden Donald Trump terhadap Ketua Jerome Powell. Kekhawatiran ini diperkuat oleh data inflasi Producer Price Index (PPI) yang menunjukkan tekanan harga, berpotensi membuat The Fed menahan atau menaikkan suku bunga. Meski demikian, analis melihat penguatan ini sebagai sinyal pergeseran investasi menuju supercycle yang mendukung pasar saham Indonesia sepanjang 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43 poin atau 0,49 persen di level 8.969 pada Jumat, 9 Januari 2026, setelah penurunan tipis sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi kenaikan lanjutan jika bertahan di level support kunci. Faktor ini dipengaruhi oleh penyelidikan anti-dumping China terhadap Jepang dan data lapangan kerja AS yang lemah.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka lebih tinggi pada Kamis (5/2/2026) sebesar 20,63 poin atau 0,25 persen ke 8.167,35, di tengah perhatian investor terhadap data PDB 2025 dan perkembangan MSCI. Pelaku pasar bersikap hati-hati menanti rilis pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan 5 persen tahun-ke-tahun.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak