Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,71 poin atau 0,03 persen menjadi 8.019,54 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, menghentikan tren koreksi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,46 persen, diikuti oleh saham-saham unggulan seperti PTBA dan AADI. Rupiah juga menguat sedikit ke Rp 16.863 per dolar AS.
Pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, IHSG sempat naik 15 poin atau 0,19 persen ke level 8.032, setelah mencapai puncak 8.091 dan terendah 7.979. Kenaikan ini menghentikan koreksi sebelumnya yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, serta kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu kekhawatiran pasokan energi global.
Sesi pertama ditutup naik tipis 2,71 poin ke 8.019,54, dengan nilai transaksi Rp 18,12 triliun, volume Rp 25,72 miliar, dan 1,76 juta transaksi. Sektor energi naik 1,46 persen, industri 0,99 persen, serta konsumer non-siklikal 0,49 persen. Sebaliknya, sektor bahan baku turun 1,78 persen, teknologi 0,56 persen, dan infrastruktur 0,49 persen.
Tiga saham top gainers di indeks LQ45 adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 6,91 persen ke 2.940, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,30 persen ke 10.425, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 4,22 persen ke 2.470.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang 8.000-8.050 pada sesi kedua. Sementara itu, rupiah hingga pukul 09.01 WIB berada di Rp 16.863 per dolar AS, menguat 5 poin dari Rp 16.868, didukung penguatan PMI manufaktur ke 53,8 pada Februari 2026.
Di pasar global, bursa Asia-Pasifik mayoritas anjlok, seperti Nikkei 225 turun 1,4 persen, sementara Wall Street rebound dengan S&P 500 naik 0,04 persen, didorong penurunan harga minyak dan kenaikan saham teknologi.