IHSG melemah ke 7.915 di pembukaan perdagangan Jumat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 188,20 poin atau 2,32 persen menjadi 7.915,66 pada Jumat (6/2/2026), terbebani pelemahan bursa Asia dan global serta penurunan outlook peringkat Indonesia oleh Moody's Ratings. Meski PDB Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025, sentimen negatif mendominasi pasar. Analis memprediksi potensi pengujian level support di 8.000.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (6/2/2026), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 188,20 poin atau 2,32 persen ke level 7.915,66, mengikuti tren penurunan di bursa Asia dan global. Indeks LQ45 juga turun 16,33 poin atau 1,97 persen menjadi 813,02. "Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level support di 8.000," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Penurunan ini dipicu oleh pelemahan bursa saham kawasan Asia, di mana indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 5 persen akibat jatuhnya saham teknologi seperti Samsung Electronics (-3,39 persen) dan SK Hynix (-3,68 persen). Indeks Nikkei 225 Jepang tergerus 0,57 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia melemah 1,83 persen dan Hang Seng Hong Kong berjangka jatuh ke 26.510. Di Eropa, pada Kamis (5/2/2026), Euro Stoxx 50 turun 0,66 persen, FTSE 100 -0,99 persen, DAX -0,46 persen, dan CAC -0,29 persen. Bursa AS juga kompak melemah, dengan S&P 500 -1,23 persen ke 6.798,11, Nasdaq -1,38 persen ke 24.584,69, dan Dow Jones -1,20 persen ke 48.908,30.

Dari dalam negeri, Moody's Ratings menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif dari stabil pada Kamis (5/2/2026), meski rating tetap Baa2. Alasan utama adalah penurunan prediktabilitas kebijakan yang berisiko melemahkan tata kelola. "Hal ini berpotensi menjadi sentimen negatif pada perdagangan Jumat," tambah Ratna. Sebaliknya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan PDB Indonesia tumbuh 5,39 persen year-on-year (yoy) pada kuartal IV 2025, melampaui ekspektasi 5,01 persen dan naik dari 5,04 persen pada kuartal III. Sepanjang 2025, pertumbuhan mencapai 5,11 persen yoy, di bawah target 5,2 persen. "Pertumbuhan ini juga pertumbuhan tahunan yang paling kuat sejak kuartal III 2022, dengan didukung oleh pertumbuhan sektor swasta dan investasi yang meningkat," ujar Ratna.

Pelaku pasar menantikan rilis cadangan devisa Januari 2026 dan indeks harga properti kuartal IV 2025. Head of Retail Research PT BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi melemah lebih lanjut, dengan support di 7.900-8.030.

Artikel Terkait

Realistic depiction of IHSG index weakening at the Indonesia Stock Exchange morning open, with traders monitoring the decline on screens.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG melemah di pembukaan perdagangan Selasa pagi

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 42,25 poin atau 0,53 persen menjadi 7.880,47 pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. Pasar masih mencermati komitmen peningkatan transparansi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Analis memprediksi potensi pelemahan terbatas dengan dukungan di level 7.790-8.270.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 22,32 poin atau 0,24 persen menjadi 9.156,19 pada Selasa (20/1/2026), meskipun bursa saham kawasan Asia dan global melemah. Pengamat pasar memperingatkan potensi koreksi karena valuasi tinggi setelah rekor tertinggi kemarin. Pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diprediksi mempertahankan suku bunga acuan.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 9,80 poin atau 0,11 persen menjadi 8.555,66 pada Jumat (28/11/2025). Pasar menantikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia untuk 2026 di tengah optimisme pemangkasan suku bunga The Fed. Sentimen positif juga didorong penguatan rupiah dan rebound bursa Asia-Pasifik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen menjadi 9.072,29 pada Kamis pagi ini, di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman terhadap independensi bank sentral AS The Fed akibat serangan Presiden Donald Trump terhadap Ketua Jerome Powell. Kekhawatiran ini diperkuat oleh data inflasi Producer Price Index (PPI) yang menunjukkan tekanan harga, berpotensi membuat The Fed menahan atau menaikkan suku bunga. Meski demikian, analis melihat penguatan ini sebagai sinyal pergeseran investasi menuju supercycle yang mendukung pasar saham Indonesia sepanjang 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18 poin atau 0,22 persen di level 8.658 pada Jumat, 5 Desember 2025, meskipun analis memprediksi pergerakan datar di tengah pasar Asia yang variatif. Kemudian, IHSG naik ke level 8.640 atau 0,33 persen, menandakan fase konsolidasi sebelum potensi reli. Investor diimbau memperhatikan level support dan resistance utama.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65 persen atau 55 poin menjadi 8.604,59 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor industri dan siklikal, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak