Bustling IDX trading floor with IHSG index rising to 8,450 on strong tax growth news.
Bustling IDX trading floor with IHSG index rising to 8,450 on strong tax growth news.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG berpotensi menguat ke 8.450 didukung pajak Januari tumbuh 30,7 persen

Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Selasa (24/2/2026) seiring data penerimaan pajak Januari yang solid. Analis memprediksi potensi kenaikan terbatas hingga level 8.450, meski risiko koreksi tetap ada. Faktor domestik seperti konsumsi kuat mendukung sentimen positif.

Pembukaan IHSG dan Analisis Teknis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 31,97 poin atau 0,38 persen menjadi 8.428,05 pada Selasa (24/2/2026). Indeks LQ45 juga menguat 0,92 poin atau 0,11 persen ke 848,68.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas. "Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di kisaran 8.310–8.450. Potensi koreksi tetap terbuka, sehingga perlu kehati-hatian," ujar Nico di Jakarta.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menambahkan bahwa IHSG berpotensi menembus resistance di 8.450, dengan support di 8.320–8.350. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memprediksi target 8.482 jika IHSG bertahan di atas 8.324.

Data Penerimaan Pajak Januari 2026

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,7 persen secara tahunan (yoy) atau 4,9 persen dari target APBN 2026. Kenaikan ini didorong Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM yang melonjak 83,9 persen yoy menjadi Rp45,3 triliun, mencerminkan konsumsi domestik yang kuat, serta penurunan restitusi 23 persen.

PPh badan tumbuh 37 persen yoy menjadi Rp5,7 triliun. PPh orang pribadi dan PPh 21 sebesar Rp13,1 triliun kontraksi 20,4 persen yoy karena faktor administratif seperti deposit Rp6,1 triliun yang belum dipindahbukukan; jika disesuaikan, pertumbuhannya 16,5 persen yoy. PPh final, PPh 22, dan PPh 26 turun 11 persen yoy menjadi Rp26 triliun. Pajak lainnya naik 685,8 persen yoy menjadi Rp16,1 triliun, termasuk deposit Rp15,4 triliun.

Nico menilai data ini menunjukkan sinyal kuat bagi penerimaan negara. "Ini mengindikasikan daya beli domestik relatif terjaga di awal tahun, yang positif bagi pertumbuhan kuartal I. Namun perlu dicermati bahwa sebagian pertumbuhan juga dipengaruhi faktor teknis seperti penurunan restitusi dan belum dipindahbukukannya sejumlah deposit pajak," katanya.

Konteks Global

Pasar global menunjukkan variasi. Bursa AS seperti Dow Jones turun 1,66 persen ke 48.804,06 pada Senin (23/2/2026) akibat kekhawatiran AI dan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Trump berencana menerapkan tarif baru 15 persen untuk semua impor AS setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif sebelumnya. Bursa Asia pagi ini bercampur, dengan Nikkei naik 0,47 persen dan Hang Seng turun 1,69 persen.

Senior Market PT Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menyebut tarif 0 persen untuk produk Indonesia-AS sebagai angin segar, meski putusan Mahkamah Agung AS menimbulkan kewaspadaan.

Artikel Terkait

Bustling Jakarta Stock Exchange with rising IHSG charts amid focus on US Fed policy, green upward trends on screens.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG diprediksi menguat di tengah perhatian kebijakan The Fed

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Rabu (14/1/2026) di tengah sentimen positif dari bursa Asia. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed pasca data inflasi AS yang stabil. Analis memproyeksikan potensi reli terbatas dengan level support dan resistance tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen menjadi 8.676,74 pada Jumat (2/1/2026), didorong optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru. Analis memprediksi penguatan berlanjut, dengan potensi menembus level 8.700. Menteri Keuangan Purbaya optimistis IHSG bisa capai 10.000 di akhir 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 22,32 poin atau 0,24 persen menjadi 9.156,19 pada Selasa (20/1/2026), meskipun bursa saham kawasan Asia dan global melemah. Pengamat pasar memperingatkan potensi koreksi karena valuasi tinggi setelah rekor tertinggi kemarin. Pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diprediksi mempertahankan suku bunga acuan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka lebih rendah pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan penurunan sekitar 16 poin ke level 8.627,40. Penurunan ini dipicu aksi ambil untung pelaku pasar menjelang penutupan perdagangan tahun 2025. Analis memproyeksikan potensi penguatan lebih lanjut jika indeks bertahan di atas level tertentu.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka lebih tinggi pada Kamis (5/2/2026) sebesar 20,63 poin atau 0,25 persen ke 8.167,35, di tengah perhatian investor terhadap data PDB 2025 dan perkembangan MSCI. Pelaku pasar bersikap hati-hati menanti rilis pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan 5 persen tahun-ke-tahun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen menjadi 9.072,29 pada Kamis pagi ini, di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman terhadap independensi bank sentral AS The Fed akibat serangan Presiden Donald Trump terhadap Ketua Jerome Powell. Kekhawatiran ini diperkuat oleh data inflasi Producer Price Index (PPI) yang menunjukkan tekanan harga, berpotensi membuat The Fed menahan atau menaikkan suku bunga. Meski demikian, analis melihat penguatan ini sebagai sinyal pergeseran investasi menuju supercycle yang mendukung pasar saham Indonesia sepanjang 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 7,80 poin atau 0,09 persen menjadi 8.545,71 pada Senin, 29 Desember 2025, didorong optimisme pelaku pasar menyambut Santa Claus Rally. Investor juga menanti rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2025. Analis memprediksi potensi rebound teknikal di awal tahun baru meski indeks masih oversold.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak