Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 21 poin atau 0,26 persen menjadi 8.152 pada Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat, meskipun Wall Street mayoritas melemah. Analis memprediksi potensi lanjutan penguatan jika melewati level resistensi tertentu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 21,05 poin atau 0,26 persen menjadi 8.152,79 pada pagi hari Rabu, 11 Februari 2026, menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks LQ45 juga naik 0,99 poin atau 0,12 persen ke 830,42. Penutupan sebelumnya pada Selasa menunjukkan kenaikan 1,24 persen ke 8.131,73.
Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan jika berhasil menembus resistensi di 8.150. "IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance di 8.150," katanya dalam riset harian. Ia menyebut level support di 8.020-8.050 dan resistensi di 8.150-8.250.
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperkirakan penguatan menuju 8.259 jika IHSG menembus 8.057, dengan risiko koreksi ke 7.785 jika di bawah level tersebut. Level support lainnya termasuk 7.617, 7.362, dan 7.265, sedangkan resistensi di 8.162, 8.377, 8.596, dan 8.837.
Di pasar Asia, mayoritas indeks menguat pada Selasa. Nikkei 225 Jepang naik 2,28 persen setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada 8 Februari 2026, yang berjanji menangguhkan pajak penjualan 8 persen atas makanan selama dua tahun. Saham teratas termasuk ORIX naik 6,3 persen, Kyowa Kirin 6,2 persen, dan IHI 6,1 persen. Hang Seng naik 0,58 persen, Taiex 2,06 persen, dan Kospi 0,07 persen, meskipun ASX 200 turun 0,03 persen.
Sebaliknya, Wall Street mayoritas melemah pada Selasa karena data penjualan ritel AS Desember 2025 stagnan, meleset dari ekspektasi kenaikan 0,4 persen. S&P 500 turun 0,33 persen, Nasdaq 0,59 persen, sementara Dow Jones naik 0,10 persen. Investor menanti data ketenagakerjaan AS pada 11 Februari dan CPI pada 13 Februari 2026.
Rosanova juga merekomendasikan saham seperti BBNI (beli 4.200-4.300, target 4.730), BMRI (4.550-4.560, target 5.100), EMTK (700-750, target 970), INCO (5.100-5.300, target 6.900), dan KLBF (970-1.010, target 1.185).