Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,57 persen atau 47 poin menjadi 8.357 pada Kamis, 19 Februari 2026, seiring penguatan bursa Asia-Pasifik dan Wall Street. Kenaikan ini melanjutkan tren positif setelah penutupan sebelumnya di 8.310,22 dengan kenaikan 1,19 persen. Analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 8.596.
Pada pembukaan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, bursa Asia-Pasifik menunjukkan penguatan yang signifikan, melanjutkan reli sebelum libur panjang Tahun Baru Imlek. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,76 persen hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, didorong oleh saham teknologi seperti Samsung Electronics yang naik 4,14 persen dan SK Hynix yang meningkat 1,48 persen. Indeks Kosdaq naik 0,59 persen. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,52 persen dan Topix naik 0,39 persen. Bursa Hong Kong dan Tiongkok daratan tetap tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Di Amerika Serikat, Wall Street ditutup positif pada sesi sebelumnya dengan indeks S&P 500 naik 0,56 persen ke 6.881,31, Nasdaq Composite meningkat 0,78 persen menjadi 22.753,63, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,26 persen ke 49.662,66. Penguatan ini didukung oleh saham teknologi utama setelah investor menelaah risalah pertemuan Federal Reserve, serta kenaikan Nvidia sebesar 1,6 persen usai kesepakatan pasok chip AI ke Meta Platforms.
Di Indonesia, IHSG dibuka di level 8.357 setelah penutupan Rabu di 8.310,22. Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi, "IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan hari ini." Support IHSG berada di 8.180-8.230, sementara resistance di 8.350-8.430.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan IHSG akan menguji garis SMA-20 harian. "Potensi melanjutkan tren naik menuju 8.596 apabila penutupan harian berada di atasnya," ujarnya. Support lebih lanjut di 8.071, 7.803, 7.617, dan 7.362; resistance di 8.377, 8.596, dan 8.837. Ia merekomendasikan saham seperti PT Astra International Tbk (ASII) dengan target 7.100, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) target 8.175, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) target 4.730, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) target 2.390, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) target 1.040.
Meskipun demikian, pasar global masih diwarnai kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan, meski harga minyak tertekan akibat kemajuan negosiasi nuklir Iran-AS.