Realistic depiction of worried traders on the Jakarta Stock Exchange floor as IHSG drops 67 points to 8,255.18 on February 26, 2026, with rupiah strengthening amid correction warnings.
Realistic depiction of worried traders on the Jakarta Stock Exchange floor as IHSG drops 67 points to 8,255.18 on February 26, 2026, with rupiah strengthening amid correction warnings.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG anjlok 67 poin di sesi pertama perdagangan 26 Februari 2026

Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,81 persen atau 67,04 poin pada sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, mencapai level 8.255,18. Penurunan ini terjadi meskipun pembukaan menguat tipis, sementara nilai tukar rupiah menguat ke kisaran Rp 16.744 per dolar AS. Analis memperingatkan potensi koreksi lebih lanjut dengan support penting di level 8.200.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, IHSG sempat menguat 0,02 persen atau 2 poin ke level 8.324, seiring penguatan bursa Asia seperti Nikkei 225 yang naik 2,2 persen dan KOSPI 1,9 persen, didorong oleh saham produsen chip. Namun, indeks kemudian melemah tajam, menyentuh titik terendah intraday di 8.237 sebelum rebound tipis, dan menutup sesi pertama di 8.255,18 setelah penurunan 67,04 poin dari level sebelumnya.

Nilai transaksi mencapai Rp 14,78 triliun dengan volume Rp 24,53 miliar dan 1,64 juta transaksi. Semua sektor saham turun, dengan sektor transportasi paling dalam yakni 2,60 persen, diikuti konsumer siklikal 1,99 persen, dan bahan baku 1,77 persen. Tim Analis Phintraco Sekuritas menyatakan, "IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.300–8.350 pada sesi kedua, dengan level 8.200 tetap menjadi area support penting."

Sementara itu, rupiah menguat 0,33 persen menjadi Rp 16.744 per dolar AS pada pembukaan, dari Rp 16.800 sebelumnya, dipicu oleh komitmen Presiden AS Donald Trump mempertahankan kebijakan tarif yang meredam permintaan dolar. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, penguatan ini terkait penegasan Trump terhadap tarif global 10 persen yang berpotensi naik ke 15 persen. Hingga pukul 09.08 WIB, rupiah berada di Rp 16.753, didukung prediksi Moody's bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di 5 persen dengan defisit fiskal di bawah 3 persen PDB.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG berupaya break resistance di 8.450, tapi berisiko koreksi jika gagal. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan koreksi ke 8.000-8.075 jika di bawah 8.252. Di antara saham LQ45, BREN naik 2,25 persen ke 7.950, INKP 1,67 persen ke 12.200, dan INDF 1,14 persen ke 6.650.

Artikel Terkait

Bustling Jakarta Stock Exchange floor celebrating IHSG rise to 8,604.59 amid sector gains and rupiah strength.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG menguat ke level 8.600 pada sesi pertama 2 Desember

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65 persen atau 55 poin menjadi 8.604,59 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor industri dan siklikal, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,71 poin atau 0,03 persen menjadi 8.019,54 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, menghentikan tren koreksi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,46 persen, diikuti oleh saham-saham unggulan seperti PTBA dan AADI. Rupiah juga menguat sedikit ke Rp 16.863 per dolar AS.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen menjadi 8.676,74 pada Jumat (2/1/2026), didorong optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru. Analis memprediksi penguatan berlanjut, dengan potensi menembus level 8.700. Menteri Keuangan Purbaya optimistis IHSG bisa capai 10.000 di akhir 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 60,98 poin atau 0,70 persen menjadi 8.761,90 pada Kamis, 11 Desember 2025. Analis memprediksi tren naik berlanjut dengan potensi menguji resisten 8.770, meski ada risiko koreksi jika turun di bawah 8.611.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen menjadi 9.072,29 pada Kamis pagi ini, di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman terhadap independensi bank sentral AS The Fed akibat serangan Presiden Donald Trump terhadap Ketua Jerome Powell. Kekhawatiran ini diperkuat oleh data inflasi Producer Price Index (PPI) yang menunjukkan tekanan harga, berpotensi membuat The Fed menahan atau menaikkan suku bunga. Meski demikian, analis melihat penguatan ini sebagai sinyal pergeseran investasi menuju supercycle yang mendukung pasar saham Indonesia sepanjang 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sekitar 0,2 persen ke level 8.970 pada Senin (26/1/2026), mendekati 9.000, sementara pelaku pasar waspada menanti keputusan The Fed. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.850-9.050, dengan potensi rebound jika menembus 9.050. Faktor global seperti data ekonomi AS dan perubahan metodologi MSCI juga menjadi perhatian.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak