Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,81 persen atau 67,04 poin pada sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, mencapai level 8.255,18. Penurunan ini terjadi meskipun pembukaan menguat tipis, sementara nilai tukar rupiah menguat ke kisaran Rp 16.744 per dolar AS. Analis memperingatkan potensi koreksi lebih lanjut dengan support penting di level 8.200.
Pada pembukaan perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, IHSG sempat menguat 0,02 persen atau 2 poin ke level 8.324, seiring penguatan bursa Asia seperti Nikkei 225 yang naik 2,2 persen dan KOSPI 1,9 persen, didorong oleh saham produsen chip. Namun, indeks kemudian melemah tajam, menyentuh titik terendah intraday di 8.237 sebelum rebound tipis, dan menutup sesi pertama di 8.255,18 setelah penurunan 67,04 poin dari level sebelumnya.
Nilai transaksi mencapai Rp 14,78 triliun dengan volume Rp 24,53 miliar dan 1,64 juta transaksi. Semua sektor saham turun, dengan sektor transportasi paling dalam yakni 2,60 persen, diikuti konsumer siklikal 1,99 persen, dan bahan baku 1,77 persen. Tim Analis Phintraco Sekuritas menyatakan, "IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.300–8.350 pada sesi kedua, dengan level 8.200 tetap menjadi area support penting."
Sementara itu, rupiah menguat 0,33 persen menjadi Rp 16.744 per dolar AS pada pembukaan, dari Rp 16.800 sebelumnya, dipicu oleh komitmen Presiden AS Donald Trump mempertahankan kebijakan tarif yang meredam permintaan dolar. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, penguatan ini terkait penegasan Trump terhadap tarif global 10 persen yang berpotensi naik ke 15 persen. Hingga pukul 09.08 WIB, rupiah berada di Rp 16.753, didukung prediksi Moody's bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di 5 persen dengan defisit fiskal di bawah 3 persen PDB.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG berupaya break resistance di 8.450, tapi berisiko koreksi jika gagal. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan koreksi ke 8.000-8.075 jika di bawah 8.252. Di antara saham LQ45, BREN naik 2,25 persen ke 7.950, INKP 1,67 persen ke 12.200, dan INDF 1,14 persen ke 6.650.