Layanan Cloudflare mengalami gangguan besar pada 18 November 2025, menyebabkan jutaan situs di seluruh dunia, termasuk X dan ChatGPT, tidak dapat diakses selama sekitar tiga jam. Perusahaan mengonfirmasi bahwa masalah ini disebabkan oleh bug lama yang terpicu perubahan konfigurasi rutin, bukan serangan siber. Cloudflare meminta maaf atas dampaknya terhadap pelanggan global.
Gangguan dimulai sekitar pukul 06.20 pagi waktu setempat di Amerika Serikat pada Selasa, 18 November 2025, ketika Cloudflare mendeteksi lalu lintas tidak biasa pada salah satu layanannya. Sekitar 30 menit kemudian, perusahaan mempublikasikan status di situs resminya, menyebutkan penurunan layanan internal. Layanan pulih sekitar pukul 09.30 pagi setelah berlangsung selama tiga jam, meskipun beberapa situs seperti X, ChatGPT, Spotify, dan Down Detector sempat muncul kembali sebelum tumbang lagi.
Cloudflare, perusahaan infrastruktur internet berbasis di San Francisco yang didirikan pada 2009 oleh Matthew Prince, Lee Holloway, dan Michelle Zatlyn, menyediakan layanan seperti Content Delivery Network (CDN) untuk mempercepat akses, perlindungan dari serangan DDoS, Web Application Firewall (WAF), DNS 1.1.1.1, dan enkripsi SSL/TLS. Jaringan mereka mencakup ratusan pusat data global yang memproses miliaran permintaan harian.
Penyebab gangguan adalah berkas konfigurasi otomatis untuk mengelola lalu lintas ancaman yang tumbuh melebihi ukuran diharapkan, memicu kerusakan pada perangkat lunak. Seorang juru bicara Cloudflare menegaskan, "Tidak ada bukti bahwa ini merupakan hasil serangan atau disebabkan oleh aktivitas jahat." Chief Technology Officer Dane Knecht mengakui kegagalan dalam unggahan di X: "Hari ini kami gagal melayani pelanggan... Saya meminta maaf atas dampak yang terjadi." Ia menjelaskan bug lama di layanan mitigasi bot yang crash setelah perubahan konfigurasi rutin, menyebabkan penurunan kinerja jaringan.
Cloudflare berjanji berbagi penjelasan lengkap melalui blog resminya dan melakukan perbaikan untuk mencegah kejadian serupa. Insiden ini menyoroti ketergantungan internet global pada infrastruktur seperti Cloudflare, di mana satu kegagalan dapat memicu efek domino luas. Gangguan bertepatan dengan pemeliharaan terjadwal di pusat data Atlanta dan Los Angeles, meskipun belum dikonfirmasi keterkaitannya.