Go Ahead Eagles director Jan Willem van Dop at press conference affirming Dean James's Dutch citizenship status amid NAC Breda dispute.
Go Ahead Eagles director Jan Willem van Dop at press conference affirming Dean James's Dutch citizenship status amid NAC Breda dispute.
Gambar dihasilkan oleh AI

Direktur Go Ahead Eagles tegaskan status kewarganegaraan Dean James

Gambar dihasilkan oleh AI

Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menegaskan bahwa Dean James masih berstatus warga Belanda di tengah protes NAC Breda terkait status administratifnya dalam laga Eredivisie 15 Maret 2026. NAC meminta pertandingan dinyatakan tidak sah setelah kalah 0-6, mengklaim perubahan kewarganegaraan James menjadi WNI memengaruhi status non-Uni Eropa. Van Dop menolak tuntutan tersebut sebagai upaya mencari poin.

Polemik status kewarganegaraan Dean James, bek Timnas Indonesia yang bermain untuk Go Ahead Eagles, memanas setelah NAC Breda mengajukan keberatan kepada KNVB terkait laga pekan ke-27 Eredivisie pada 15 Maret 2026 di De Adelaarshorst, Deventer. Go Ahead Eagles menang 6-0 atas NAC Breda, tetapi tim tuan rumah memprotes kelayakan James bermain karena perubahan statusnya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025. NAC berargumen bahwa hal ini menjadikan James sebagai pemain non-Uni Eropa, yang mengharuskan izin kerja dan gaji minimum lebih tinggi untuk usia di atas 20 tahun, sesuai regulasi liga Belanda. Jika tidak dipenuhi, status daftar dan tampil bisa dipertanyakan. Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, merespons dengan tegas. Ia menyatakan telah memeriksa data resmi melalui sistem Mijn Overheid bersama James, yang menunjukkan kewarganegaraan Belanda. “Saya masuk ke Mijn Overheid dengan Dean James kemarin. Semua informasi tentang dia tercantum dengan jelas di sana, termasuk kewarganegaraannya: Belanda,” ujar Van Dop, dikutip ESPN Nederland. Ia menolak protes NAC sebagai tidak berdasar dan upaya memanfaatkan situasi untuk poin klasemen. “Saya mengatakan bahwa percakapan akan sangat singkat. Semoga berhasil, saya mengerti mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak poin,” tambahnya. Van Dop juga menyinggung bahwa NAC pernah didenda atas pelanggaran serupa pemain non-Uni Eropa di masa lalu. Kasus ini berpotensi meluas ke pemain Timnas Indonesia lain di Eredivisie seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Miliano Jonathans, meskipun Maarten Paes disebut tidak terdampak karena sudah terdaftar sesuai regulasi. Hingga kini, KNVB belum mengeluarkan keputusan resmi.

Artikel Terkait

PSSI chairman Sumardji at press conference assuring Indonesian citizenship of four national team players despite Dutch work permit issues.
Gambar dihasilkan oleh AI

PSSI pastikan status WNI empat pemain Timnas aman di tengah polemik paspor Belanda

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

PSSI menegaskan status kewarganegaraan Indonesia empat pemain Timnas yang berkarier di Liga Belanda tetap aman, meski mereka menghadapi masalah izin kerja akibat naturalisasi. Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyebut isu tersebut murni administratif Belanda. Polemik mencuat setelah protes klub-klub terkait status non-Uni Eropa para pemain.

Pengamat sepakbola Bung Ropan mengklaim PSSI sedang mendekati Dean Zandbergen dan Luke Vickery untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026. PSSI mengonfirmasi pendekatan awal terhadap Vickery namun menegaskan belum ada proses resmi naturalisasi.

Dilaporkan oleh AI

Pengamat sepakbola Belanda Johan Derksen menyebut kiper Timnas Indonesia Maarten Paes sebagai 'kiper yang cacat' setelah kesalahan dalam laga melawan FC Twente. Legenda Ajax Dennis Bergkamp juga mengecam kebijakan klub merekrut pemain luar seperti Paes, yang dinilai merusak DNA Ajax. Kritik ini muncul di program Vandaag Inside dan wawancara terbaru.

Bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk meraih pencapaian bersejarah setelah Lille memastikan tiket Liga Champions musim 2026/2027. Meski kalah dari Auxerre, Lille finis ketiga di Ligue 1.

Dilaporkan oleh AI

Kapten Persib Bandung Marc Klok membantah tuduhan rasisme dari Bhayangkara FC usai laga 30 April 2026. Ia menyebut insiden dengan Henry Doumbia sebagai kesalahpahaman di lapangan. Persib dan Layvin Kurzawa juga memberikan dukungan penuh kepadanya.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak