Otoritas sepak bola Nigeria tetap berharap mendapat putusan menguntungkan dari FIFA terkait petisi yang menantang kelayakan DR Congo di playoff antar benua Piala Dunia 2026, meskipun tim Kongo tersebut tercantum sebagai peserta. Sengketa bermula dari kekalahan Nigeria lewat adu penalti melawan DR Congo pada November 2025, dengan tuduhan enam pemain tak layak yang dimainkan lawan. Sementara pejabat mendesak ketenangan, kritikus dan penggemar menyatakan skeptisisme atas keheningan berkepanjangan FIFA.
Super Eagles Nigeria tersingkir dari kualifikasi langsung Piala Dunia FIFA 2026 setelah bermain imbang 0-0 dengan DR Congo di final playoff Afrika pada 16 November 2025 di Rabat, Maroko, kalah 4-3 lewat adu penalti. Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) mengajukan petisi ke FIFA pada 15 Desember 2025, menuduh DR Congo memainkan enam pemain tak layak, termasuk bek mantan Manchester United Aaron Wan-Bissaka yang belum menyelesaikan pergantian kewarganegaraan secara sah sesuai peraturan FIFA. FIFA belum mengeluarkan putusan, meski telah merilis rincian turnamen playoff antar benua yang digelar 26-31 Maret 2026 di Guadalajara dan Monterrey, Meksiko. Daftarnya mencakup Bolivia, DR Congo, Irak, Jamaika, Kaledonia Baru, dan Suriname, dengan DR Congo dijadwalkan menghadapi pemenang Jamaika vs Kaledonia Baru pada 31 Maret. Ketua Komisi Olahraga Nasional Mallam Shehu Dikko menanggapi kecemasan itu, kepada The Guardian: “Sejauh yang kami tahu, FIFA belum mengeluarkan putusannya. Kami memantau situasi secara ketat. Fakta bahwa DR Congo tercantum di antara enam negara yang bersaing untuk dua tiket terakhir di playoff tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa FIFA telah menolak petisi Nigeria.” Ia menambahkan bahwa FIFA menyampaikan keputusan lewat saluran resmi dan berharap Nigeria menang sehingga Super Eagles bisa ikut berpartisipasi. Namun, skeptisisme merebak. Mantan Ketua Komite Teknis NFF Chris Green menilai keheningan itu pertanda mungkin tak ada putusan, dengan mengatakan: “Keheningan FIFA mungkin tanda bahwa tak akan ada putusan apa pun.” Eks gelandang Super Eagles Friday Ekpo menuduh NFF memakai petisi untuk mengelak kritik, katanya: “Kami bermain di lapangan dan kalah. Kenapa harus ke FIFA?” Penggemar menyuarakan hal serupa di media sosial, salah satunya: “FIFA sudah posting jadwal playoff dengan DRC. Mereka secara tak langsung bilang sudah selesai.” Jika FIFA memihak Nigeria sebelum turnamen, DR Congo berpotensi didiskualifikasi dan Super Eagles kembali menggantikan posisinya. Sementara itu, DR Congo kesulitan visa ke Meksiko karena aplikasi kelompok ditolak akibat dokumen tak lengkap. Nigeria menyiapkan uji coba lawan Iran pada 27 Maret dan Yordania pada 31 Maret di Amman. Kasus ini menyoroti persoalan administratif berkelanjutan di sepak bola Nigeria, usai kampanye kualifikasi penuh pergantian pelatih di bawah Jose Peseiro, Finidi George, dan Eric Chelle.